Kesadaran MenjadiKunci Sukses Zero Waste

  • 24 Jan 2026 08:43 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Narasumber Academic Forum, M. Yusuf Habibi, mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi dalam upaya mewujudkan konsep zero waste di SMAN 1 Purwokerto.

Habibi menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama adalah rendahnya kesadaran dan kebiasaan warga sekolah dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, perubahan pola pikir dan perilaku membutuhkan waktu serta proses yang berkelanjutan.

“Kendala terbesarnya adalah membangun kesadaran bersama. Zero waste bukan hanya soal fasilitas, tapi soal kebiasaan dan komitmen,” ujar Habibi.

Selain itu, keterbatasan sarana pendukung seperti tempat sampah terpilah dan sistem pengelolaan lanjutan juga menjadi tantangan dalam penerapan konsep tersebut secara optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, Habibi menempuh sejumlah langkah, di antaranya dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada siswa, guru, serta pihak sekolah tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis zero waste.

“Saya mulai dengan berbagi pengalaman, memberikan edukasi, dan mendorong adanya sistem pemilahan sampah di sekolah,” katanya.

Habibi juga berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas lingkungan dan pemangku kepentingan, agar program zero waste dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi dan dukungan banyak pihak, saya yakin zero waste di SMAN 1 Purwokerto bisa diwujudkan secara bertahap,” ungkapnya.

Menurut Habibi, konsistensi dan keterlibatan seluruh warga sekolah menjadi kunci agar program zero waste tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....