Tetap Sehat dan Optimal Ditengah Kerja Maksimal

  • 06 Jun 2026 09:42 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Memasuki era produktivitas yang tinggi, fenomena pekerja yang mengabaikan kesehatan demi mengejar target karier kian marak ditemui. Padahal, menjaga tubuh tetap bugar di sela-sela rutinitas padat menjadi kunci utama agar produktivitas jangka panjang tidak menurun.

Dokter Fakultas Kedokteran UMP, Dr. dr. Irma Putri D., M.Gz, menjelaskan bahwa mengabaikan kesehatan demi kesuksesan pekerjaan merupakan sebuah paradoks yang merugikan. Tubuh memiliki batas adaptasi yang jika terus dipaksakan melalui hormon stres, akan berujung pada penurunan fungsi organ di masa depan.

“Banyak orang menunda dan berpikir nanti saja kalau sudah sukses baru memikirkan kesehatan. Tapi tubuhnya nggak mau ngikutin kayak gitu, tubuh itu tetap harus dirawat,” ujarnya.

Lebih lanjut, penurunan kesehatan ini sering kali ditandai oleh sinyal ringan seperti leher kaku hingga kualitas tidur yang buruk. Kesalahan pemenuhan nutrisi juga memperparah kondisi fisik pekerja karena kecenderungan memilih makanan praktis yang tinggi kalori dan rendah gizi.

Selain mengelola fisik melalui peregangan berkala dan kecukupan air putih, pekerja juga wajib memiliki kemampuan manajemen stres yang baik. Irma Putri menjelaskan bahwa kesehatan mental yang terjaga melalui hubungan sosial yang berkualitas sangat memengaruhi performa kerja.

“Faktor yang menentukan kebahagiaan dan kesuksesan itu hubungan yang berkualitas dengan orang sekitar serta coping mechanism atau cara kita mengatasi masalah,” ujarnya.

Di sisi lain, kesadaran untuk tidak 'berutang' waktu tidur dan tidak melakukan olahraga berat secara mendadak di akhir pekan juga sangat penting. Memaksakan olahraga kompetitif secara drastis setelah seminggu penuh duduk diam bekerja dinilai berbahaya karena dapat memicu serangan jantung.

Terakhir, Irma Putri menyampaikan harapannya agar para pekerja mulai sadar untuk berinvestasi pada kesehatan mereka secara konsisten sejak usia muda. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan finansial yang maksimal akan menjadi sia-sia jika tubuh justru dipenuhi oleh berbagai penyakit di masa tua.

“Percuma ketika nanti kita sudah kaya raya banget tapi nggak bisa makan karena diabetes, nggak boleh makan gula dan lemak. Jadi sambil kita kerja, harus tetap ada waktu untuk merawat tubuh,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....