Anak Panti Cilacap Ikuti Psikoedukasi Emosi
- 23 Jan 2026 08:47 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap: Anak-anak Panti Asuhan Al Awaliyah Kampungbaru, Karangreja, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, mengikuti kegiatan psikoedukasi dan konseling kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan pengelolaan emosi, Minggu, 18 Januari 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Bimbingan dan Konseling sebagai bagian dari tugas praktikum konseling keluarga. Program ini bertujuan membantu anak mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara sehat sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.
Pengurus Panti Asuhan Al Awaliyah Kampungbaru, Fatimah, mengatakan anak-anak panti memiliki latar belakang keluarga yang beragam dan rentan secara emosional.
“Anak-anak di sini berasal dari latar belakang yang berbeda, ada yang yatim, piatu, yatim piatu, broken home, dan dhuafa,” ujar Fatimah.
Ia menambahkan, panti asuhan tersebut belum memiliki layanan pendampingan profesional di bidang kesehatan mental.
“Di panti ini belum ada layanan psikologis,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dilaksanakannya kegiatan psikoedukasi dan konseling kelompok. Anak-anak dinilai membutuhkan pendampingan untuk membantu mereka mengekspresikan perasaan secara sehat, mengingat sebagian mengalami kehilangan, tekanan ekonomi, maupun kurangnya dukungan emosional.
Sasaran kegiatan adalah anak-anak jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama. Pada usia tersebut, pembentukan konsep diri, kemampuan sosial, dan pengelolaan emosi dinilai sangat penting.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan ice breaking untuk menciptakan suasana yang nyaman. Mahasiswa kemudian menyampaikan materi pengenalan emosi menggunakan media sederhana, permainan, dan diskusi kelompok kecil.
Pada sesi konseling kelompok, anak-anak diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman emosional mereka. Salah satu anak mengungkapkan,
“Biasanya kalau marah saya diam dan menarik diri dari orang lain,” ujarnya.
Melalui pendampingan tersebut, anak-anak diajak menemukan cara mengekspresikan emosi secara positif, seperti berkomunikasi, menulis, berdoa, dan melakukan aktivitas kreatif.
Hasil kegiatan menunjukkan anak lebih terbuka dalam mengungkapkan perasaan, lebih mampu mengontrol emosi, serta menunjukkan empati terhadap teman sebaya. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kesehatan mental anak dan membangun hubungan sosial yang lebih positif. (Indra/Renita/Rezi/Nisrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....