Pertuni Banyumas Apresiasi Pelatihan Jumantik Inklusif UMP

  • 02 Jan 2026 22:24 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Cabang Banyumas mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) atas penyelenggaraan Pelatihan Jumantik Inklusif Pemberdayaan dalam Pengendalian Nyamuk Menuju Banyumas Bebas DBD 2030.

Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Desember di Gedung F, Ruang Lecture Room F1.04 UMP ini dinilai membuka akses partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas dalam upaya pencegahan demam berdarah berbasis komunitas.

Pelatihan tersebut dirancang dengan mengintegrasikan prinsip “Gender Equality, Disability, and Social Inclusion” (GEDSI) dalam pengendalian vektor DBD. Pendekatan ini sejalan dengan fokus pendanaan dan perhatian global lembaga internasional Royal Entomological Society (RES) terhadap program kesehatan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Perwakilan Pertuni Banyumas, Dwi Kurniasih, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman positif bagi peserta penyandang disabilitas, baik dari sisi aksesibilitas maupun pemahaman materi.

Baca juga: Kampung Inggris Purwokerto Beri Pelatihan kepada Pelaku UMKM

“Selama dua hari pelatihan kami merasa nyaman, aman, dan dapat memahami seluruh materi yang disampaikan. Kegiatan ini benar-benar membuka wawasan baru bagi kami,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat (2/1/2026).

Ia juga menilai UMP telah menghadirkan lingkungan pelatihan yang ramah disabilitas, mulai dari akses ruang, metode penyampaian materi, hingga sikap panitia dan fasilitator yang inklusif.

Selain melibatkan penyandang disabilitas, pelatihan ini juga diikuti oleh berbagai unsur masyarakat seperti pemuda, kader kesehatan, kader PKK, pengurus masjid, serta komunitas lokal lainnya. Keterlibatan lintas elemen tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai kelompok dalam pengendalian sarang nyamuk (PSN) dan pencegahan DBD, tidak hanya bertumpu pada peran kader kesehatan.

Perwakilan Karang Taruna Desa Karangklesem, Bangun Adiarso, menilai pelatihan ini memberikan pemahaman yang komprehensif dan mudah diterapkan di tingkat komunitas.

Baca juga: UMP Perkuat Kemandirian Finansial lewat Unit Usaha Kampus

“Pelatihan ini sangat membantu, terutama bagi kami yang sebelumnya belum terlalu memahami pengendalian DBD. Materinya mudah dipahami, narasumbernya kompeten, dan disampaikan sesuai dengan audiens,” tuturnya.

Ketua Program, Juli R Wuliandari, Ph.D., menyampaikan bahwa UMP telah menyiapkan tindak lanjut berupa pelatihan praktik serta pendampingan lapangan di tiga desa endemik DBD di Kabupaten Banyumas.

“Program lanjutan ini diharapkan menjadi sarana implementasi nyata prinsip GEDSI sekaligus memperkuat Banyumas sebagai model pengendalian DBD berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....