Tahun Baru, Koridor 4 Trans Banyumas Resmi Beroperasi

  • 01 Jan 2026 12:29 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Setelah diluncurkan pada akhir Desember akhir kemarin, Koridor 4 Trans Banyumas resmi beroperasi mulai hari ini, Kamis (1/1/2026). Pemberangkatan perdana bus di Koridor 4 dilakukan pagi tadi dari Terminal Bulupitu Purwokerto.

Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi Ipoeng Martha Marsikun menyampaikan, Koridor 4 Trans Banyumas ini melayani rute Terminal Bulupitu Purwokerto-Terminal Kejawar RSUD Banyumas. Jam operasional dimulai pukul 04.45 WIB dari Terminal Bulupitu, dengan keberangkatan terakhir pada pukul 19.00 WIB.

“Koridor baru ini melayani perjalanan dari Terminal Bulupitu – Berkoh – Kecamatan Kalibagor – Alun-Alun Banyumas – Terminal Kejawar – Depo Pelita – Kota Purwokerto – Pasar Wage – MAN 2 – Berkoh – kembali ke Terminal Bulupitu. Ada kurang lebih 66 halte atau tempat pemberhentian bus (TPB) untuk Koridor 4,” tutur Ipoeng.

Terdapat sembilan bus, termasuk satu cadangan, yang melayani Koridor 4. Namun, bus-bus tersebut bukan unit baru, melainkan peralihan sebagaian armada dari Koridor 3A dan 3B yang memiliki load factor atau tingkat keterisian penumpang paling rendah dibanding koridor-koridor lainnya.

Baca juga: Launching Koridor 4, Trans Banyumas Akhirnya ke Banyumas

“Kami membuka koridor baru tanpa penambahan unit bus maupun anggaran, sehingga kami memaksimalkan anggaran yang ada. Total ada delapan bus operasional dan satu cadangan,” ucap Ipoeng.

Terkait tarif, Ipoeng menyebut belum tidak ada perubahan. Besaran Tarif masih menyesuaikan ketentuan dari Kementerian Keuangan, yakni Rp3.900 untuk umum dan Rp2.000 khusus untuk pelajar, difabel, dan lansia. Kendati demikian, pihaknya akan berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas, mengingat dalam Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), tarif angkutan tercantum Rp5.000.

Dengan dibukanya Koridor 4, Trans Banyumas kini memiliki lima layanan. Sebelumnya, Trans Banyumas telah mengoperasikan Koridor 1, Koridor 2, serta Koridor 3A dan 3B.

“Kami sudah melakukan survei ke masyarakat Banyumas bagian selatan. Mereka sudah sangat menantikan untuk dilayani Trans Banyumas. Selama ini masyarakat bertanya kenapa namanya Trans Banyumas tetapi belum melewati Banyumas," ujar Ipoeng,” kata Ipoeng.

Baca juga: Warga Ponorogo Apresiasi Perayaan Tahun Baru di Banyumas

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan bahwa ekspansi trayek ini menjadi bagian dari penguatan layanan transportasi publik, sekaligus sebagai upaya menambah layanan bagi masyarakat Banyumas selatan dan kawasan wisata Kota Lama Banyumas.

“Pengoperasian Koridor 4 merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat,” tutur Bupati.

Sadewo berharap pengoperasian koridor ini, membuat aksesibilitas lebih baik karena masyarakat memperoleh layanan mobilitas yang mudah, efisien, dan terjangkau. Selain itu, hadirnya Koridor 4 juga turut mendukung program Integrated City Planning (ICP) dari Kementerian Pekerjaan Umum. (FR).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....