Warga Ponorogo Apresiasi Perayaan Tahun Baru di Banyumas
- 01 Jan 2026 08:08 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Kabupaten Banyumas merayakan pergantian tahun dari 2025 ke 2026 tanpa pesta kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah, utamanya di Aceh dan Sumatera.
Kebijakan tersebut menuai respons positif dari masyarakat. Salah seorang warga, Aji, menilai keputusan pemerintah daerah untuk meniadakan pesta kembang api merupakan langkah yang tepat dan patut diapresiasi.
Menurutnya, perayaan tahun baru tidak harus selalu identik dengan pesta meriah. Yang terpenting adalah makna pergantian tahun itu sendiri, sekaligus kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat yang tengah mengalami musibah bencana.
“Saya sangat setuju dengan kebijakan tersbut karena ini sebagai bentuk rasa empati kita terhadap warga Aceh dan Sumatera yang terkena bencana,” ucap Aji kepada RRI, Rabu (31/12/2025) malam di Kompleks GOR Satria Purwokerto.
Baca juga: Taman Apung Maskemambang Ramaikan Malam Tahun Baru
Aji menambahkan, perayaan yang lebih sederhana juga membuat suasana malam tahun baru terasa lebih tertib dan kondusif. Warga tetap bisa menikmati momen pergantian tahun bersama keluarga tanpa harus menimbulkan keramaian berlebihan.
“Pada malam tahun baru ini saya tidak ada kegiatan khusus. Paling kumpul bersama keluarga sama bakar-bakaran,” tutur perantau asal Kabupaten Ponorogo Jawa Timur tersebut.
Aji berharap, 2026 dapat menjadi tahun yang membahagiakan bagi semua orang. Ia ingin kehidupan masyarakat di Indonesia berjalan lebih baik dan apa yang dicita-citakan dapat terwujud.
“Untuk semuanya, semoga diberi kesehatan, kelancaran, kebahagiaan, dan dikabulkan segala doa-doanya," tutur Aji.
Baca juga: Gebyar Akhir Tahun Andhang Pangrenan Angkat Budaya Banyumas
Adapun perayaan malam tahun baru 2026 di Banyumas secara umum diisi dengan kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan doa bersama. Sementara agenda hiburan lain, seperti Lentera Air di Taman Mas Kemambang, serta gelar budaya di Andhang Pangrenan tetap dilaksanakan, tanpa unsur perayaan berlebihan.
“Pada akhir tahun ini tidak dilaksanakan perayaan kembang api. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk empati dan solidaritas atas bencana alam yang terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera,” ucap Bupati Banymas Sadewo Tri Lastiono. (FR).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....