Taufiq Abdullah Soroti Kenakalan Remaja Hingga Judi Online

  • 15 Des 2025 09:23 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banjarnegara: Anggota DPR RI, Taufiq R Abdullah, mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai munculnya fenomena "patologis" di masyarakat, khususnya terkait perilaku remaja yang semakin mengkhawatirkan dan brutal. Ia menyebut, Indonesia saat ini berada dalam kondisi "gagap digital" di mana baik masyarakat maupun pemerintah kewalahan menghadapi pesatnya perkembangan teknologi.

Hal ini disampaikan Taufiq saat menghadiri sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama (IPNU) dan Perempuan Pelajar Nadhatul Ulama (IPPNU) di Gedung Aswaja Center Banjarnegara, Minggu (14/12/2025).

Menurut Taufiq, kenakalan remaja saat ini telah melampaui batas, di mana mereka kini menggunakan kekerasan disertai ancaman-ancaman terhadap masyarakat.

"Ini adalah sebuah fenomena yang harus digali. Apa sesungguhnya yang sedang terjadi? Penyebabnya apa? Apakah faktor pendidikan? Apakah faktor ekonomi keluarga? Atau faktor lifestyle? Ini menjadi PR kita," tegas Anggota DPR Komisi I ini.

Taufiq menyambut baik inisiatif IPNU dan IPPNU untuk terlibat aktif dalam menyelesaikan persoalan ini. Ia menegaskan bahwa penyelesaiannya membutuhkan kolaborasi dan koordinasi serius dengan pihak berwenang, termasuk kepolisian dan intelijen, untuk mendapatkan gambaran utuh dan mengambil langkah yang tepat.

Lebih lanjut, Taufiq R Abdullah menyoroti bahwa salah satu akar masalah ini adalah penggunaan media sosial dan dunia digital secara masif.

"Faktanya sekarang hampir semua orang pegang handphone. Persoalan utamanya adalah dua: tidak semua pemanfaat internet memiliki background pendidikan yang pas, dan teknologi terus maju-maju terus."

Pertemuan antara teknologi yang sangat maju dengan masyarakat yang belum siap inilah yang memicu situasi "gagap". Bahkan, ia menyebut kegagapan ini juga dialami oleh Pemerintah dalam mengelola regulasi.

Dampak Negatif Dunia Digital yang Sulit Dikendalikan diantaranya Adalah Peredaran Narkoba, Terorisme, dan Judi Online. Selain itu juga Pornografi dan Prostitusi Online

Jaringan kejahatan ini, terutama narkoba dan judi online, disebutnya sudah berskala global dan memiliki kemampuan teknologi yang sangat kuat.

"Pemerintah pun kewalahan. Sementara regulasi juga selalu kedodoran karena perkembangannya begitu cepat," keluhnya.

Melihat situasi ini, Taufiq menekankan pentingnya peran masyarakat sipil (civil society) seperti IPNU dan IPPNU.

"Karena pemerintah kewalahan, masyarakat juga kewalahan, maka civil society itu harus bekerja untuk memperkuat dengan cara memberikan literasi yang memadai bagi semua generasi, bukan hanya muda, tapi juga tua," ujarnya.

Literasi digital yang memadai adalah syarat mutlak agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi untuk produktivitas, peningkatan kesejahteraan ekonomi, kelancaran pendidikan yang berkualitas, dan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan.

"Saya sangat mengapresiasi anak-anak muda ini, mereka memiliki kemauan dan kemampuan untuk melakukan analisis sosial, bahkan analisis politik. Kalau generasi muda seperti ini, Indonesia ke depan akan menjadi negara yang maju," tutup Taufiq. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....