Polres Kebumen Amankan 20 Remaja Diduga Hendak Tawuran

  • 11 Jun 2026 07:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kebumen: Sebanyak 20 remaja yang mayoritas masih berusia di bawah umur diamankan Polres Kebumen karena diduga hendak melakukan tawuran antar pelajar. Mereka kemudian menjalani pembinaan bersama orang tua, guru, dan perangkat desa di Gedung Tribrata Mapolres Kebumen, Rabu (10/6/2026).

Suasana haru mewarnai kegiatan pembinaan yang dipimpin Wakapolres Kebumen Kompol Andre Bachtiar Winanomo mewakili Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama. Para remaja bersujud di hadapan orang tua mereka sambil menangis dan mengaku menyesali perbuatan yang telah dilakukan.

Ke-20 remaja tersebut diamankan Satresnarkoba Polres Kebumen pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Mereka ditemukan berkumpul di sebuah lokasi tongkrongan di Desa Bendungan, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen.

Dari lokasi, petugas mengamankan tiga bilah senjata tajam jenis celurit dengan panjang sekitar 70 sentimeter. Senjata tersebut diduga akan digunakan untuk tawuran dengan kelompok lain yang sebelumnya telah membuat kesepakatan melalui media sosial.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para remaja itu berencana melakukan tawuran setelah saling berkomunikasi dan menantang kelompok lain melalui platform media sosial. Polisi kemudian melakukan langkah pencegahan sebelum aksi tersebut sempat terjadi.

Wakapolres Kebumen Kompol Andre Bachtiar Winanomo menyampaikan keprihatinannya atas fenomena kenakalan remaja yang berpotensi mengarah pada tindak pidana. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama antara keluarga, sekolah, pemerintah desa, dan aparat penegak hukum.

"Pengawasan orang tua menjadi sangat penting. Ketahui anak bergaul dengan siapa, ke mana mereka pergi, dan bagaimana aktivitas mereka di media sosial," kata Kompol Andre.

Ia juga meminta para orang tua lebih aktif mengawasi pergaulan anak, termasuk penggunaan telepon genggam dan media sosial. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah anak terlibat dalam aktivitas yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam pembinaan itu terungkap sebagian besar orang tua tidak mengetahui keberadaan anak-anak mereka pada malam kejadian karena keluar rumah tanpa berpamitan. Sejumlah orang tua mengaku baru mengetahui keberadaan putranya setelah mendapat informasi dari Polres Kebumen.

Polisi juga mengungkap adanya kemungkinan sebagian remaja yang diamankan merupakan kelompok yang sebelumnya sempat viral di media sosial karena melakukan pawai sepeda motor sambil menenteng senjata tajam. Para orang tua menyampaikan apresiasi kepada Polres Kebumen atas langkah pencegahan yang dinilai telah menyelamatkan anak-anak mereka dari potensi menjadi pelaku maupun korban tawuran yang dapat berujung pada jatuhnya korban jiwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....