78 Titik di Banyumas Terdampak Bencana Alam
- 11 Nov 2025 08:31 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Banyumas sejak Minggu hingga Senin (9–10/11/2025) memicu bencana alam di puluhan titik. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, hingga Selasa (11/11/2025) tercatat 78 lokasi terdampak bencana alam di berbagai kecamatan.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banyumas, Amar Burhanudin, menjelaskan bahwa dari laporan Situation Report per 10 November 2025 pukul 19.10 WIB, total kejadian bencana alam mencapai 80 peristiwa. Rinciannya, 78 kejadian tanah longsor, satu kejadian banjir, dan satu kejadian cuaca ekstrem.
“Mayoritas bencana yang terjadi berupa tanah longsor di wilayah perbukitan seperti Gumelar, Lumbir, Pekuncen, dan Ajibarang. Kami sudah melakukan pendataan, kaji cepat, dan koordinasi dengan dinas terkait untuk percepatan penanganan,” kata Amin, Selasa (11/11/2025).
Di Kecamatan Gumelar, tanah longsor dilaporkan terjadi di lebih dari 20 titik, menimpa sejumlah rumah warga dan menutup akses jalan desa. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Lumbir, di mana longsor menutup beberapa jalan lingkungan dan merusak bangunan sekolah. Sementara di Kecamatan Ajibarang, tanggul sungai di Grumbul Janggawana, Desa Tipar Kidul, dilaporkan jebol dan mengancam pondasi jalan.
Selain tanah longsor, cuaca ekstrem juga menyebabkan pohon tumbang di depan Koramil Purwokerto Utara. Sementara banjir sempat menggenangi ruas Jalan Raya Kracak–Kalibeber, Kecamatan Ajibarang, namun berangsur surut setelah dilakukan penanganan.
BPBD Banyumas melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat. Sejumlah instansi terkait, termasuk pemerintah kecamatan, TNI, dan relawan, ikut turun tangan membantu warga terdampak.
“Fokus kami saat ini memastikan keselamatan warga dan membuka kembali akses yang tertutup longsor. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan,” ujar Amin.
BPBD Banyumas meminta warga di daerah rawan longsor untuk segera melapor apabila terjadi retakan tanah, pergerakan lereng, atau genangan air yang tidak wajar, guna mencegah korban jiwa akibat bencana susulan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....