TJIFF 2025 Perkuat Kolaborasi Film, Literasi, dan Teknologi

  • 31 Okt 2025 10:19 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Cilacap : Tjilatjap International Film Festival (TJIFF) kembali hadir untuk kali kedua pada 28–30 Oktober 2025 di lantai 5 Gedung Politeknik Negeri Cilacap. Ajang ini menjadi wadah kolaborasi lintas bidang yang memadukan film, literasi, produksi audiovisual, dan teknologi, dengan tujuan memperkuat ekosistem kreatif lokal.

Pada penyelenggaraan tahun ini, TJIFF menampilkan 34 karya dari empat negara dalam bentuk video exhibition dan pemutaran film selama tiga hari. Setiap hari digelar empat sesi penayangan yang diisi dengan beragam karya inspiratif.

Sebagai pembuka, festival menampilkan karya kolaboratif dari Ourphera dan Cilacap Kreatif, yang menjadi simbol sinergi antar komunitas kreator lokal. Tak hanya itu, TJIFF juga menghadirkan program edukasi bersama Taruna Liar dan Sure Picture, serta memberikan Lifetime Achievement Award kepada Prof. Ahmad Sultoni atas kontribusinya melalui film “CITRALEKHA: Sastra Rakyat II”. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kiprah panjang beliau dalam dunia sinema dan pelestarian budaya lokal.

Project Manager TJIFF 2025, Rifqi Mansur Maya menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar acara tahunan, tetapi forum bagi para kreator untuk menyusun arah dan strategi pengembangan dunia kreatif.

“TJIFF adalah tempat bertemunya pembuat film, kreator konten, hingga pegiat teknologi audiovisual. Dengan tema ‘Bagaikan’, kami ingin membuka peluang bagi munculnya gagasan baru dan arah baru bagi dunia film lokal,” ujar Rifqi.

Senada dengan itu, Dismas Panglipur, Creative Director TJIFF, menegaskan pentingnya festival sebagai ruang berbagi ide.

“TJIFF bukan hanya tentang pemutaran film, tapi juga ajang diskusi dan pertukaran pengetahuan antar sineas. Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dengan dukungan sumber daya kreatif yang kuat di Cilacap,” katanya.

Menurut Gram, dosen Telkom University Purwokerto sekaligus pemerhati ekosistem kreatif, kehadiran TJIFF menjadi momentum penting bagi Cilacap untuk memperluas jejaring kerja sama hingga level internasional.

“Festival ini mampu mempertemukan talenta lokal, regional, dan mancanegara. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci agar inovasi dan kreativitas terus tumbuh,” ujarnya.

Bagi pelaku kreatif lokal seperti Iras I. Mahendra, TJIFF menjadi ruang berharga untuk belajar dan mengembangkan diri.

“Bagi kami, TJIFF adalah tempat bertumbuh. Moto saya, lahir untuk berkarya, hidup untuk bermakna, benar-benar terasa di sini,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Cilacap juga menunjukkan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan TJIFF. Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana, menyebutkan bahwa festival ini sejalan dengan upaya Cilacap dalam program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Kami hadir sebagai Hexahelix Collaborator, mendukung dari sisi akses, regulasi, dan fasilitasi. Harapannya TJIFF terus konsisten dan memberi dampak nyata bagi penguatan ekosistem kreatif di Cilacap,” ujarnya.

Tjilatjap International Film Festival (TJIFF) merupakan festival film tahunan yang menjadi ruang kolaborasi bagi para kreator lintas disiplin. Festival ini menggabungkan unsur literasi, sinema, eksperimen media, dan teknologi, untuk memperkuat pertumbuhan industri kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

TJIFF ke-2 tahun ini juga menjadi bagian dari pameran “Semesta Buku” hasil kerja sama Gramedia, HIPMI Cilacap, Politeknik Negeri Cilacap, dan Komunitas Cilacap Kreatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....