DPR dan Dewas RRI Dorong Radio Kampus Kreatif

  • 25 Okt 2025 15:09 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas : Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mendorong mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, khususnya yang tergabung dalam Radio Komunitas Star, untuk terus berinovasi dan tidak mudah menyerah dalam menghasilkan karya kreatif di bidang penyiaran, siniar, maupun hiburan.

Menurut Siti Mukaromah, kreativitas menjadi kunci agar radio kampus yang berada di bawah Fakultas Dakwah dan Saintek UIN Saizu itu tetap bertahan di era digital. Siti Mukaromah yang juga alumni UIN Saizu mengungkapkan rasa bangganya karena Radio Star mampu eksis hingga usia ke-21 tahun.

“Kita punya harapan Radio Star bisa menjadi salah satu radio anak muda yang punya kreativitas luar biasa. Radio ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara ide-ide tokoh sekitar kampus dengan anak-anak muda,” ujarnya dalam Seminar Nasional bertema Masa Depan Radio di Era Digital, Jumat (24/10/2025).

Siti menambahkan, banyak anak muda yang memiliki potensi besar namun belum berani mengekspresikan diri. Ia berharap Radio Star bisa menjadi wadah untuk menularkan semangat kreatif itu kepada mahasiswa lain.

“Kadang banyak yang punya kemampuan tapi hanya berkembang untuk dirinya sendiri. Nah, Radio Star ini semoga bisa menjadi pintu bagi anak muda untuk menularkan ide dan karya mereka agar bermanfaat bagi sesama,” katanya.

Lanjutnya keberadaan Radio Star dapat memperkuat ekosistem penyiaran publik bersama Radio Republik Indonesia (RRI). “Semoga Radio Star bisa menjadi bagian dari kekuatan yang mendukung RRI dalam membangun generasi muda yang edukatif, transformatif, dan kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas (Dewas) LPP RRI, Mohamad Kusnaeni, menilai radio memiliki kekhasan tersendiri dibanding media lain, terutama karena kedekatan dan keakrabannya dengan pendengar.

“Radio itu punya karakter lokal. Karena jangkauan sinyalnya terbatas, maka radio harus bicara tentang isu-isu yang dekat dengan masyarakatnya. Kalau di Purwokerto ya bicara soal harga kedelai, biaya parkir, atau kesulitan membuka usaha kecil,” kata Kusnaeni.

Ia juga menekankan pentingnya bahasa dan gaya siaran yang sesuai dengan budaya lokal. “Gunakan dialek daerah, kombinasikan dengan bahasa nasional. Dengan cara itu, radio akan terasa akrab dengan pendengarnya,” tambahnya.

Kusnaeni menilai banyak radio yang akhirnya mati karena tidak mampu memahami audiensnya. “Banyak radio yang gagal karena tidak dekat dengan masyarakatnya,” ujarnya.

Dekan Fakultas Dakwah dan Saintek UIN Saizu Dr. Muskinul Fuad, menambahkan bahwa Radio Star saat ini bersiaran melalui kanal streaming. Namun, tidak menutup kemungkinan ke depan akan kembali mengudara secara terestrial seperti saat awal berdiri.

“Sebagai langkah pengembangan, kami telah membangun gedung multimedia di Kampus II UIN Saizu Purbalingga yang akan dilengkapi dengan studio radio. Selain sebagai media pembelajaran, radio ini juga menjadi wadah pengembangan bakat dan minat mahasiswa, khususnya di Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam,” jelas Muskinul.

Perayaan ulang tahun Radio Star ini dikemas dengan berbagai macam acara, salah satunya berupa seminar nasional Sabtu ( 25/10/2025) yang menghadirkan Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah, Anggota Dewan Pengawas (Dewas) LPP RRI, Mohamad Kusnaeni, Dekan Fakultas Dakwah dan Saintek UIN Saizu Dr. Muskinul Fuad.

Dihadiri pula oleh sejumlah praktisi radio yang berasal dari Purwokerto, termasuk Kepala RRI Purwokerto Slamet Faozan. Selain itu ratusan mahasiswa UIN Saizu, dan pengurus Radio Star.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....