Sinergi dan Harmoni Jadi Pondasi Kemajuan Dunia Pengelasan

  • 06 Mei 2025 09:03 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Rutinitas kerja yang mendera paska Idul Fitri tak mengurangi antusias anggota, pengurus, dan mitra Asosiasi Pengelasan Indonesia (API-IWS) untuk terus memperkuat ikatan persaudaraan insan pengelasan tanah air. Hal tersebut diungkapkan Ketua Ikatan Alumni FISIP Unsoed/IKAFU Jabodetabek dan Luar Negeri Drs.Nirwan Lesmana, SP. selesai bincang-bincang dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari Senin 05 Mei 2025.

Menurut pendiri dan sekjen Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI) Nirwan puluhan orang memadati Takumi Training Centre, PT. Komatsu Indonesia Jakarta dalam acara Halal Bi Halal akhir pekan lalu (03/05) yang agak berbeda dengan biasanya.

Eddy Diarman, President API-IWS menjelaskan, sedikit berbeda karena silaturahmi kali ini diselingi dengan edukasi tentang tehnik pengelasan modern dan hal lain yang dibutuhkan saat ini. "Rencananya dalam waktu dekat API - IWS mengagendakan National Welding Contest dan Workshop bersama FT. UNS Jawa Tengah, serta Program Sertifikasi Nasional Bengkel Las Indonesia, bekerjasama dengan KBLI (Komunitas Bengkel Las Indonesia)," tambahnya sambil memperkenalkan Aliim Saadi, Manager Standarisasi LSP LAS yang menjadi Ketua Komite Sertifikasi Bengkel Las, kata Nirwan yang juga Staf Khusus Bidang Informasi dan Komunikasi, Asosiasi Pengelasan Indonesia (API - IWS).

Kemudian Nirwan (alumni Resimen Mahasiswa YON 904 Mahadipa) menjelaskan dirasa perlu menciptakan pondasi melalui inovasi digital untuk memberdayakan masa depan yang berkelanjutan. "Teknologi maju disikapi dengan bijak. Lantaran makhluk hidup, bisnis, dan planet bumi harus berkembang bersama," ungkap Pratjojo Dewo, Dewan Komisaris PT. Komatsu Indonesia.

"Makanya dibutuhkan tehnik pengelasan yang presisi dan terpercaya untuk menghadapi tantangan industri pengelasan global," sambung Dedy Hastomo, Assistant Manager Engineering Program usai mempresentasikan materi Welding Engineer & Robotic Welding, dan mengajak berkeliling menyaksikan secara langsung, dalam sesi Plant Tour, yang memukau hadirin, saat melihat robot yang jago nge-las, juga ada praktek Virtual Welding untuk menguji calon welder baru, ujar Nirwan.

Nirwan mengatakan selanjutnya, staf Kemenprind Bambang Riznanto membeberkan pentingnya acuan dalam produk industri. "Saya cuma ingin kembali men-sosialisasikan instruksi Pak Menteri tentang pemberlakuan standarisasi industri secara wajib, bagi segenap pelaku usaha," kata Kepala P4SI (Pusat Perumusan Penerapan dan Pemberlakuan SNI) itu.

Hadir pula Dr. Juhani, mewakili Direktur SMK Dirjen Vokasi Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta anggota, mitra, dan perwakilan API-IWS dari berbagai daerah, jelas Nirwan.

Nirwan menambahkan bahwa pengembangan sumber daya las menjadi mutlak, yang berfokus pada kualitas, inovasi teknologi, dan ekspansi global. Agar juru las merah putih bisa terus mempertahankan kredibiltas keahliannya di panggung internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....