Allah Tidak Membebani Hamba Melebihi Batas Kemampuannya

  • 13 Mar 2026 09:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID - Purwokerto - Setiap manusia pasti akan dihadapkan pada berbagai macam ujian hidup yang berbeda-beda, namun kunci utama untuk melaluinya adalah dengan kesadaran dan kesabaran. Ustazah Sab’ati Mela Matsania, M.Pd., dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), menyoroti hal tersebut dalam program Cafe Ramadan pada Kamis (5/3/2026).

Dalam diskusi tersebut, Ustazah Mela menekankan bahwa ujian hidup adalah sebuah sunnatullah atau ketetapan Allah bagi setiap hamba-Nya. Ia menjelaskan bahwa Allah SWT Maha Adil dan tidak akan pernah memberikan beban masalah di luar batas kemampuan manusia.

Ujian sebagai Sarana Naik Kelas

Melalui analogi jenjang pendidikan, Ustazah Mela menggambarkan bahwa ujian ibarat soal tes yang diberikan guru kepada muridnya. Jika murid kelas 1 SD diberikan ujian yang sesuai dengan tingkatannya dan berhasil melaluinya, maka ia akan naik ke kelas 2.

Begitu pula dengan manusia; setiap masalah yang datang bertujuan untuk meningkatkan derajat dan meng-upgrade kualitas iman seseorang. "Allah percaya kepada kita. Saat kita diberikan ujian, itu artinya Allah tahu kita mampu menyelesaikannya.

Ujian tersebut hadir untuk membuat kita semakin dekat dengan Sang Pencipta melalui doa dan permohonan ampun," ungkapnya.

Sabar dan Sadar Harus Berdampingan

Ustazah Mela juga menggarisbawahi bahwa dalam menghadapi kesulitan, sifat sabar harus dibarengi dengan sifat sadar. Sadar berarti menerima kenyataan bahwa hari tersebut sedang tidak baik-baik saja, kemudian diikuti dengan sikap penerimaan yang tulus.

Menumbuhkan rasa syukur di tengah kemalangan dapat dilakukan dengan melihat sekeliling, di mana masih banyak orang lain yang mungkin diuji dengan kondisi yang lebih berat. Terkait fenomena generasi muda (Gen-Z) yang sering mengeluh di media sosial, ia berpesan bahwa mengeluh bukanlah jalan keluar.

Sebaliknya, setiap masalah harus dihadapi, dijalani, dan diselesaikan seperti halnya mengerjakan soal ujian nasional agar tidak terus terjebak dalam masalah yang sama.

Hikmah di Balik Kesulitan

Sebagai penutup, ia menceritakan kisah Nabi Ayub AS yang tetap bersyukur meskipun diuji dengan penyakit parah dan kehilangan 12 anaknya. Kesabaran luar biasa tersebut akhirnya berbuah manis dengan dikembalikannya kesehatan, keturunan, serta kekayaan yang berlipat ganda oleh Allah SWT.

"Teruslah hidup bermanfaat dan bersemangat, karena Allah tahu kita kuat menghadapi setiap beban yang diberikan-Nya," pungkas Ustazah Mela.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....