Ketua LPM UIN Saizu: Ramadan Harus Berdampak pada Akhlak
- 12 Mar 2026 11:45 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Supriyanto, menegaskan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan evaluasi diri terhadap kualitas ibadah yang dijalankan. Hal tersebut disampaikan saat memberikan tausiyah dalam program Lentera Ramadan yang digelar di lingkungan kampus tersebut.
Menurutnya, Ramadan selama ini dikenal sebagai bulan ibadah atau syahrul ibadah karena pada bulan tersebut umat Islam cenderung meningkatkan berbagai amalan keagamaan. “Secara kuantitatif hampir bisa dipastikan bahwa ibadah kita meningkat di bulan Ramadan. Salat sunnah, tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga sedekah menjadi lebih sering dilakukan,” ujarnya.
Supriyanto menjelaskan, peningkatan aktivitas ibadah seperti salat tahajud, dhuha, tarawih, hingga tadarus merupakan fenomena yang umum terjadi setiap Ramadan. Namun demikian, meningkatnya kuantitas ibadah belum tentu selalu diikuti dengan peningkatan kualitas akhlak.
Karena itu, ia mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki perilaku sosial dalam kehidupan sehari-hari. “Ibadah mestinya berdampak pada perilaku sosial kita. Tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga membawa perubahan dalam sikap dan karakter,” ucapnya.
Supriyanto mencontohkan pesan dalam Surah Al-Ma'un yang memberikan peringatan kepada orang yang melaksanakan salat tetapi lalai terhadap makna dan dampak dari ibadah tersebut. Ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah tidak cukup hanya dilaksanakan secara formal, tetapi juga harus melahirkan kepedulian sosial dan etika dalam kehidupan.
Menurutnya, ritual ibadah dapat dilakukan oleh siapa saja, tetapi perubahan diri hanya lahir dari ibadah yang benar-benar hidup dan dihayati. “Ibadah tanpa dampak etis hanya akan menjadi aktivitas spiritual yang garing dan hampa,” katanya.
Supriyanto menambahkan, puasa Ramadan seharusnya mampu melembutkan tutur kata, menenangkan emosi, serta menumbuhkan empati kepada sesama. “Kalau setelah puasa kita masih emosional, masih mudah menyakiti orang lain, berarti yang berubah hanya jadwal makan, bukan karakter kita,” ujarnya menambahkan.
Melalui momentum Ramadan, umat Islam diharapkan mampu menghadirkan ibadah yang hidup dan produktif, yakni ibadah yang tidak hanya meningkatkan kuantitas amalan, tetapi juga berdampak pada perubahan sikap, perilaku, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....