Merajut Rindu, Menjalin Temu di Bulan Ramadhan

  • 06 Mar 2026 15:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Memasuki pertengahan bulan Ramadhan 1447 H, tradisi buka puasa bersama atau dikenal dengan “bukber” menjadi topik hangat di tengah masyarakat Indonesia. Tradisi bukber adalah kegiatan makan bersama saat adzan maghrib berkumandang atau sudah memasuki waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Kegiatan ini biasanya dilakukan bersama dengan keluarga besar, teman dekat, rekan kerja atau teman sekolah yang sekaligus menjadi tempat reuni. Tidak jarang juga bukber diselenggarakan bersama komunitas hobi atau organisasi.

Setiap orang memiliki pandangannya masing-masing terhadap bukber, sebagian memandang bukber sebagai momentum penting yang dapat mempererat tali silaturahmi yang sempat merenggang akibat kesibukan sehari-hari. Namun, sebagian lainnya, memandang bukber sebagai beban sosial dan finansial yang dapat menjauhkan seseorang dari makna spiritual puasa yang sesungguhnya.

Kegembiraan setelah bukber abadikan momen bukber (dok : Pribadi)

Banyak agenda bukber yang akhirnya lebih fokus pada pemilihan tempat yang estetik. Selain itu, dress code atau kesepakatan mengenai gaya berpakaian saat bukber juga menjadi hal yang cukup krusial karena terkadang ada yang tidak memiliki warna pakaian yang telah ditentukan. Hal tersebut menjadi pertimbangan bagi sebagian orang.

Milly, salah satu mahasiswi dari Purwokerto mengatakan bahwa kebersamaan saat bukber menjadi hal yang penting. Dengan adanya bukber, ia bisa bertemu sekaligus melepas rindu dengan teman-temannya yang di kesehariannya memiliki kesibukan masing-masing.

“Bukber itu penting, kita bisa ketemu sama temen, ngobrol panjang bareng, kangen-kangenan. Jadi kalau soal tempat estetik atau dress code itu nggak begitu dipermasalahkan yaa. Asalkan momentum bukber itu dapat,” ungkapnya.

Bagi Milly, tempat estetik dan dress code adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan, asalkan silaturahmi dan melepas rindu tetap bisa dilakukan. Pada akhirnya, momentum bukber ini bukan sekedar tempat untuk melepas lapar, melainkan ruang untuk merajut kembali kisah yang sempat tertunda. (Alin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....