Cerita Feli Nur, Santriwati Darunnajat yang Sabet Juara 1 Debat Bahasa Arab
- 24 Feb 2026 10:36 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Brebes: Rutinitas padat di bulan suci Ramadhan tak menyurutkan langkah Feli Nur Zaskia untuk mengukir prestasi. Siswi kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) di Pondok Pesantren Modern Darunnajat, Bumiayu, Brebes, ini belum lama telah berhasil mengharumkan nama pondoknya dengan meraih Juara 1 Tingkat Nasional di ajang Debat Bahasa Arab yang digelar di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa bahasa Arab di lingkungan pesantren dapat diaplikasikan secara aktif. Feli mengaku, alasannya terjun ke dunia debat agar kemampuan bahasanya tidak hanya berhenti pada teori.
"Jadi saya ingin mendalami bahasa Arab, nggak cuma sekadar dari belajar kitab-kitab, tapi ikut berkecimpung di ekstra debat ini. Tujuannya supaya bahasa Arab saya nggak pasif, tapi aktif," ungkap Feli saat diwawancarai RRI.
Ujian Mental di Babak Semifinal
Perjuangan Feli dan timnya untuk meraih gelar juara sangatlah berliku. Setelah berlatih intensif selama lebih dari sebulan dan mengorbankan waktu istirahat hingga malam, mental mereka benar-benar diuji saat memasuki babak semifinal.
Mereka harus berhadapan dengan tim kuat dari Jakarta yang sudah memiliki pengalaman bertanding hingga ke mancanegara. Namun, berkat persiapan matang dan dukungan para mentor, tim Darunnajat berhasil lolos hingga menaklukkan tim tuan rumah di babak final.
"Jujur, yang paling berat itu di babak semifinal lawan Mualimat Yogyakarta. Karena mereka udah punya jam terbang ke Singapura. Jadi agak gugup, rasa perdebatannya itu benar-benar terasa," ungkapnya.
Rutinitas Ramadhan
Sebagai seorang santriwati, kehidupan Feli di bulan Ramadhan sangatlah padat. Ia memulai harinya pada pukul 03.00 pagi untuk melaksanakan salat malam, disusul sahur, tadarus Al-Qur'an, dan kegiatan belajar mengajar hingga malam hari.
Menariknya, Pondok Pesantren Darunnajat memiliki cara khusus untuk menjaga kemampuan bahasa Arab santrinya selama bulan puasa. Jika di hari biasa praktik percakapan (muhadasah) dilakukan empat kali seminggu, intensitasnya justru ditingkatkan saat Ramadhan.
"Berhubung masuk bulan suci Ramadhan, jadi ditetapin muhadasah itu setiap hari. Gunanya biar selama bulan Ramadhan ini kita nggak lupa cara praktik bahasa Arab," jelas Feli.
Meski harus menjalani puasa jauh dari keluarga, Feli mengaku tidak merasa sedih. "Justru lebih seru, kita buka bersama teman-teman di masjid pondok dengan takjil yang disediakan. Kebersamaannya terasa banget," tambahnya.
Mimpi Belajar ke Timur Tengah
Menariknya, Feli mengaku awalnya ia sama sekali tidak berniat melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Keputusan itu murni dorongan dari pihak keluarga.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia justru menemukan potensi besarnya di sana. Kemenangannya di ajang nasional ini kini membuka jalan bagi Feli untuk merajut cita-cita yang lebih tinggi.
"Keinginan saya habis lulus ini ngabdi dulu, terus nyoba daftar beasiswa kuliah di Timur Tengah. Salah satu caranya ya menggunakan sertifikat-sertifikat juara yang udah dikumpulin sampai saat ini," ungkap siswi asal Karawang tersebut.
Dia berpesan kepada sesama santri maupun generasi muda lainnya untuk terus menekuni apa yang menjadi kesukaan mereka. Seperti Feli yang menekuni Bahasa arab, hingga menjadi juara debat, dan membuka jalan untuk mengejar cita-citanya.
"Kalau bagi saya jangan pernah merasa bosan dalam mempelajari bahasa Arab. Teruslah belajar sampai kita benar-benar paham betapa indahnya dan luasnya bahasa Arab ini," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....