Geliatkan UMKM, UMP Kembali Buka Pasar Ramadan

  • 20 Feb 2026 11:21 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Memasuki bulan Ramadan 1447 Hijriah, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menggelar Pasar Ramadan UMP. Event yang memasuki tahun keempat ini dibuka secara resmi oleh Rektor Prof. Dr. Jebul Suroso dan Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintatri pada Kamis (19/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan bahwa Pasar Ramadan UMP lebih dari sekadar agenda tahunan. Pasar ini, menurutnya, merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah lewat sektor UMKM.

“Misi kami adalah menggembirakan masyarakat Banyumas dan semakin menggeliatkan UMKM dan perekonomian di wilayah Banyumas,” kata Prof. Jebul kepada awak media.

Ada sekitar 350 pelaku UMKM yang melapak di Pasar Ramadan UMP 2026. Mereka menjual beraneka ragam makanan dan minuman khas berbuka puasa.

Rektor memastikan ragam takjil yang dijual pedagang telah melewati proses seleksi panitia. Proses tersebut dilakukan untuk menjamin kehalalan produk yang dipasarkan.

“Produk UMKM yang masuk ke sini sudah betul-betul halal. Artinya kalau halal, berarti sudah melampaui batas kesehatan,” ujar Jebul.

Dorong transaksi kekinian

Tahun ini, Pasar Ramadan UMP terselenggara berkat kolaborasi dengan Bank Indonesia. Kerja sama ini mendorong semua transaksi dilakukan lewat QRIS alias pembayaran nontunai.

“Yang terbaru saat ini adalah transaksi untuk belanja di UMKM menggunakan QRIS artinya cashless. Betul-betul menggunakan mode pembayaran yang kekinian,” tutur Jebul.

Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah transaksi di Pasar Ramadan UMP berkisar Rp 2-2,5 miliar. Rektor berharap, tahun ini angka transaksi bisa menyamai atau bahkan melampaui kisaran tersebut.

“Hampir setiap tahun jumlah uang beredar sekitar Rp2-2,5 miliar. Kami menargetkan tahun ini juga di angka itu. Syukur-syukur bisa Rp3 miliar,” tutur Jebul.

Apresiasi Pemkab

Gelaran Pasar Ramadan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banyumas. Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menyampaikan, sinergi antara UMP dan Bank Indonesia menjadi model penguatan UMKM berbasis komunitas.

Menurutnya, Pasar Ramadan UMP bukan sekadar tempat jual-beli, melainkan ruang silaturahmi, sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi. Untuk itu, ia berpesan kepada para pelaku UMKM untuk menjaga kualitas dan kepercayaan pembeli.

“Kegiatan semacam ini saya rasa sangat positif karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus lebih menghidupkan suasana Ramadan,” ujar Lintarti.

Wakil Bupati juga mendorong mahasiswa untuk menjadikan Pasar Ramadan sebagai sarana menimba pengalaman mengelola kegiatan dan berwirausaha di tengah masyarakat. Selain itu, warga Banyumas diajak untuk meramaikan pasar dengan tetap menjaga kebersihan dan ketertiban.

“Semoga Pasar Ramadan yang sudah masuk tahun keempat ini bisa semakin besar dan melibatkan banyak pelaku UMKM lokal,” tutur Lintarti.

Sementara itu, salah satu pedagang Saryono, mengaku sudah dua kali berpartisipasi di Pasar Ramadan UMP. Menurutnya, keberadaan pasar ini sangat membantu pelaku UMKM mempromosikan produk-produknya.

Tahun lalu, omzet hariannya bisa mencapai Rp500.000 dari berjualan siomay. Dengan antusiasme tinggi dari pengunjung, ia berharap pendapatannya bisa meningkat dibandingkan Ramadan sebelumnya.

“Membantu sekali. Kalau jualan di sini lebih laris dari hari-hari biasa. Saya biasa berkeliling pakai sepeda motor,” tutur Saryono. (FR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....