Belajar Kuat di Titik Terendah Melalui Doa
- 04 Mar 2026 14:56 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purwokerto: Setiap manusia pasti pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Merasa lelah, kecewa, bahkan mempertanyakan kenapa ujian datang bertubi-tubi. Dalam program Cafe Ramadan Pro 2 RRI Purwokerto, Ustazah Itsna Nurahma Mildaeni, M.A sekaligus dosen psikologi UMP mengajak untuk kembali melihat kisah para nabi yang juga mengalami ujian berat sebagai refleksi dalam bulan Ramadan ini.
Manusia pilihan Allah saja tetap diuji. Nabi Adam pernah melakukan kesalahan dan diturunkan ke bumi. Nabi Nuh berdakwah ratusan tahun namun hanya sedikit yang mengikuti. Nabi Yunus bahkan pernah berada dalam perut ikan dengan keadaan gelap dan terhimpit. Semua itu menunjukkan bahwa ujian adalah bagian dari kehidupan, bahkan bagi orang-orang terbaik.
Dalam hal ini yang membedakan adalah cara para nabi menghadapi ujian tersebut. Para nabi tidak meluapkan keluh kesah sembarangan, tetapi kembali kepada Allah melalui doa. Doa menjadi bentuk pengakuan bahwa manusia adalah hamba yang lemah dan butuh pertolongan.
“Ketika kita menyadari bahwa kita adalah seorang hamba, ketika diberi ujian, satu sisi itu akan membuat kita tidak sombong. Tapi di sisi lain kita juga akan merasa kuat, karena kita punya Sang Khalik yang akan memberikan pertolongan,” ujar Ustazah Itsna.
Doa bukan sekadar ucapan di lisan. Doa harus disertai kesadaran dan keinsafan. Dengan memahami maknanya, seseorang tidak hanya menghafal doa para nabi, tetapi juga meneladani sikap mereka saat diuji.
Melalui kisah-kisah tersebut, umat Islam diajak untuk tidak mudah putus asa. Setiap ujian memiliki tujuan, baik untuk menguatkan iman maupun menaikkan derajat. Bagian yang terpenting adalah tetap bersandar kepada Allah dan tidak melupakan doa di setiap keadaan. (Dwinanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....