Ratusan Lampion Semarakkan Ramadan Light Festival Purbalingga 2026
- 20 Feb 2026 09:12 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga: Suasana pusat Kota Purbalingga kembali semarak dengan hadirnya ratusan lampion dalam gelaran Ramadan Light Festival 2026. Lampion bertema khas Ramadan menghiasi kawasan Alun-alun Purbalingga hingga sejumlah ruas jalan utama, seperti Jalan Jenderal Soedirman, Jalan MT Haryono, dan Jalan Pierre Tendean.
Peresmian festival dilakukan oleh Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, bersama Wakil Bupati Dimas Prasetyahani beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Purbalingga di Alun-alun Purbalingga, Kamis (19/2/2026). Acara ditandai dengan penekanan tombol secara simbolis sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan menyambut Ramadan 1447 Hijriah.
| Baca juga: Belajar Kuat di Titik Terendah Melalui Doa |
Fahmi menyampaikan bahwa Ramadan Light Festival tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sukses digelar pada tahun sebelumnya. Menurutnya, festival ini menjadi pembuka berbagai agenda yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk menyambut bulan suci.
Ia berharap, melalui festival tersebut, masyarakat Purbalingga dapat menyambut Ramadan dengan penuh semangat dan kebahagiaan. Selain menghadirkan suasana religius, kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak positif bagi pergerakan ekonomi daerah, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
“Ramadan Light Festival menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan Pemkab Purbalingga dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H. Harapannya, Purbalingga dan masyarakat bisa bercahaya dan bersinar dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci,” ujar Fahmi.
Ramadan Light Festival 2026 akan berlangsung mulai 19 Februari hingga 28 Maret 2026 atau sampai H+7 Idulfitri. Event ini dirancang agar masyarakat maupun pemudik yang melintas dapat menikmati keindahan lampion sekaligus meramaikan pusat kota.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, Sadono, menjelaskan bahwa peserta festival terbagi dalam dua kategori, yakni lomba dan partisipan. Peserta lomba melibatkan unsur kecamatan, SMA/SMK/MA, serta SMP/MTs dengan ketentuan jumlah lampion tertentu.
Sementara kategori partisipan diikuti Forkopimda, OPD, instansi vertikal, perguruan tinggi, puskesmas, BUMD, hingga pelaku usaha dan pertokoan. Antusiasme masyarakat pun terlihat sejak malam peresmian.
Windi, warga Babakan, mengaku senang festival kembali digelar karena menambah daya tarik kawasan alun-alun. Menurutnya, lampion-lampion yang unik dan tematik menjadi latar menarik untuk berfoto sambil menunggu waktu berbuka puasa.“Sambil ngabuburit, foto-foto, dan buka bersama teman-teman di alun-alun jadi tambah asyik dan estetik,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....