Piala Dunia 2026: Spanyol Diunggulkan, Belgia Bermodal Kebangkitan

  • 10 Jul 2026 10:32 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Spanyol dan Belgia akan saling berhadapan pada perempat final Piala Dunia 2026. Duel Spanyol vs Belgia dijadwalkan berlangsung di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Jumat (11/7/2026) pukul 02.00 dini hari WIB.

Spanyol datang sebagai salah satu tim paling konsisten sepanjang turnamen. Juara dunia 2010 itu lolos sebagai juara Grup H sebelum menyingkirkan Austria dengan skor 3-0 di babak 32 besar. Pada babak 16 besar, La Furia Roja mengalahkan Portugal 1-0 lewat gol Mikel Merino pada masa injury time untuk memastikan langkah ke delapan besar.

Solidnya pertahanan menjadi kekuatan utama tim asuhan Luis de la Fuente. Spanyol menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026. Bahkan, mereka telah mencatat enam clean sheet beruntun di ajang Piala Dunia, rekor terbaik dalam sejarah tim nasional Spanyol.

Catatan tersebut semakin diperkuat dengan performa De la Fuente. Bersama Spanyol, pelatih berusia 65 tahun itu kini telah melalui 11 pertandingan di turnamen besar tanpa sekali pun menelan kekalahan (10 menang, 1 imbang).

Selain itu, rekor pertemuan juga berpihak kepada Spanyol. La Roja memenangi sembilan dari 11 pertemuan terakhir melawan Belgia. Satu-satunya kekalahan mereka terjadi di Euro 1980.

"Pertandingan besok akan menjadi ujian terberat yang kami hadapi sejauh ini. Belgia adalah tim yang sangat kuat. Para pemain mereka sudah terbiasa meraih kemenangan. Karena itu, kami tahu pertandingan ini akan menjadi tantangan yang sangat berat,” tutur pelatih Spanyol Luis de la Fuente, dikutip dari Reuters.

Di sisi lain, Belgia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan performa yang terus meningkat. Setan Merah mengakhiri fase grup sebagai juara Grup G sebelum menyingkirkan Senegal dengan skor dramatis 3-2 di babak 32 besar. Gol kemenangan yang dicetak kapten Youri Tielemans pada masa injury time menjadi salah satu gol paling telat yang pernah tercipta dalam sejarah Piala Dunia.

Performa Belgia semakin meyakinkan saat membungkam tuan rumah Amerika Serikat 4-1 di babak 16 besar. Pelatih Rudi Garcia membuat keputusan berani dengan mencadangkan Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Romelu Lukaku sejak menit awal.

Strategi itu berbuah manis setelah Charles De Ketelaere mencetak dua gol, Hans Vanaken menyumbang satu gol, sementara Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut menjadi gol ketiga beruntun Lukaku sebagai pemain pengganti sepanjang turnamen.

Kebangkitan Belgia menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia edisi kali ini. Setelah gagal lolos dari fase grup pada Piala Dunia 2022, Belgia kini telah mencatat 18 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi dan kembali masuk kandidat peraih gelar.

"Kami merasa dalam kondisi yang baik. Jika terus berkembang, kami berharap bisa menampilkan permainan terbaik saat menghadapi Spanyol, karena kami pasti akan membutuhkannya. Yang terpenting, kami harus percaya pada kemampuan sendiri. Menurut saya, itulah prioritas utama kami,” ujar pelatih Belgia Rudi Garcia, dikutip dari laman FIFA.

Jelang pertandingan, Spanyol diperkirakan tidak akan banyak mengubah komposisi pemain. Luis de la Fuente hanya dihadapkan pada pilihan di lini tengah antara Marcos Llorente, Fabian Ruiz, atau Mikel Merino yang tampil sebagai pahlawan kemenangan atas Portugal.

Sementara itu, Nico Williams diperkirakan kembali memulai laga dari bangku cadangan karena belum pulih sepenuhnya dari cedera adduktor. Di lini depan, Mikel Oyarzabal tetap menjadi andalan setelah terlibat dalam 23 gol dari 17 penampilan internasional terakhirnya.

Di kubu Belgia, Charles De Ketelaere diperkirakan kembali dipercaya sebagai false nine, sedangkan Romelu Lukaku kemungkinan memulai pertandingan dari bangku cadangan. Kevin De Bruyne berpeluang kembali masuk ke starting XI setelah diistirahatkan saat menghadapi Amerika Serikat.

Namun, Belgia dipastikan kehilangan gelandang bertahan Amadou Onana yang mengalami cedera ACL, sehingga Hans Vanaken atau Nicolas Raskin berpeluang mengisi kekosongan di lini tengah.

Secara permainan, Spanyol diperkirakan akan kembali mengandalkan dominasi penguasaan bola dan organisasi permainan yang rapi. Sebaliknya, Belgia berpotensi mengancam lewat transisi cepat yang dipimpin De Bruyne dan De Ketelaere, serta efektivitas Lukaku jika kembali dimainkan pada babak kedua.

Melihat konsistensi performa, kekuatan lini belakang, serta pengalaman bermain di laga-laga besar, Spanyol sedikit lebih diunggulkan untuk melangkah ke semifinal. Namun, produktivitas Belgia pada fase gugur membuat pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat hingga menit-menit akhir. Pemenang laga ini akan bertemu Prancis di semifinal.

Prediksi susunan pemain Spanyol vs Belgia

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Baena; Oyarzabal

Belgia: (4-3-3): Courtois; Castagne, Mechele, Ngoy, De Cuyper; Tielemans, Raskin, Onana; Lukebakio, De Ketelaere, Trossard

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....