Kontroversi Iringi Langkah Argentina di Piala Dunia, Publik Gaungkan "VARgentina"
- 15 Jul 2026 15:56 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Perjalanan Timnas Argentina menuju semifinal Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi sorotan karena penampilan Lionel Messi dan rekan-rekannya. Di balik keberhasilan tersebut, Albiceleste juga dibayangi kontroversi sejumlah keputusan wasit yang memicu munculnya julukan "VARgentina" di media sosial.
Julukan tersebut muncul setelah sejumlah keputusan Video Assistant Referee (VAR) dinilai menguntungkan sang juara bertahan sepanjang turnamen.
Mantan wasit FIFA, Christina Unkel, menilai polemik ini tidak lepas dari penerapan protokol baru perwasitan yang mulai digunakan pada musim 2026/2027, termasuk di Piala Dunia. Menurutnya, aturan tersebut memberi ruang terlalu luas bagi VAR untuk mengubah keputusan wasit di lapangan.
Kontroversi terbaru terjadi pada perempat final saat Argentina mengalahkan Swiss. Penyerang Swiss, Breel Embolo, menerima kartu kuning kedua karena dianggap melakukan simulasi setelah wasit mengubah keputusan melalui tinjauan VAR. Pelatih Swiss Murat Yakin menyebut keputusan itu "tidak dapat diterima".
FIFA sendiri enggan menanggapi tudingan bahwa Argentina mendapat perlakuan istimewa. Badan sepak bola dunia itu hanya merujuk pada pernyataan Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, yang sebelumnya telah membantah adanya keberpihakan terhadap Argentina usai laga babak 16 besar melawan Mesir.
Menurut Unkel, persoalan utamanya bukan terletak pada teknologi VAR, melainkan pada protokol baru yang baru akan digunakan mulai musim 2026-2027, tetapi langsung diterapkan di Piala Dunia 2026.
Menurutnya, aturan tersebut memberi ruang terlalu luas bagi VAR untuk mengubah keputusan wasit di lapangan, bahkan bisa memengaruhi hasil pertandingan.
"Masalahnya bukan hanya mengganti pemain yang mendapat kartu, tetapi juga mengubah keputusan mendasar dalam pertandingan. Menurut saya, di situlah VAR mulai masuk ke wilayah yang sebelumnya justru ingin dihindari," ujar Unkel, yang kini aktif sebagai analis aturan pertandingan untuk stasiun televisi Inggris ITV.
Unkel juga menilai, aturan baru ini seharusnya tidak diterapkan di Piala Dunia karena belum teruji secara matang. Menurutnya, penerapan aturan baru tanpa uji coba yang memadai justru menjadi pemicu kontroversi.
“Ini seperti bom waktu dan saya khawatir akan ada kontroversi yang lebih besar lagi karena perluasan protokol ini diterapkan tanpa pengujian yang memadai," tutur.
Narasi bahwa Argentina diuntungkan VAR sebenarnya sudah muncul sejak fase grup. Saat menghadapi Aljazair, Lionel Messi sempat lolos dari kartu merah setelah menginjak betis kapten Aljazair, Aissa Mandi. Messi tetap melanjutkan pertandingan dan kemudian mencetak hattrick. Seusai laga, Aljazair dikabarkan mengajukan protes terkait kepemimpinan wasit.
Kontroversi berlanjut pada babak 16 besar melawan Mesir. Gol Mesir pada menit ke-62 dianulir setelah VAR menemukan adanya pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Mesir juga sempat meminta penalti, tetapi ditolak sebelum Argentina mencetak gol kemenangan pada masa injury time. Federasi Sepak Bola Mesir menilai sejumlah keputusan wasit memengaruhi hasil pertandingan.
Meski demikian, Unkel menilai tidak ada kesalahan perwasitan yang benar-benar mencolok dalam dua pertandingan tersebut. Namun, ia mengakui berbagai kontroversi yang terus bermunculan telah memperburuk persepsi publik terhadap sistem perwasitan FIFA.
Menurutnya, kepercayaan suporter juga tergerus oleh inkonsistensi dalam penegakan disiplin. Salah satu contohnya adalah perbedaan sanksi terhadap penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun yang mendapat pengurangan hukuman, sementara bek Inggris Jarell Quansah tetap dijatuhi larangan bermain dua pertandingan.
"Saya rasa kepercayaan penggemar benar-benar terkikis saat ini. Saya sudah meliput banyak turnamen besar, baik sebagai analis maupun mantan wasit, tetapi belum pernah melihat perdebatan mengenai perwasitan sebesar ini, bahkan tidak hanya di media sosial," kata Unkel.
Terlepas dari berbagai kontroversi tersebut, Argentina telah memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Tim Tango akan menghadapi Inggris di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 dini hari WIB.
Pemenang laga Inggris vs Argentina berhak melaju ke final dan akan bertemu Spanyol, yang lolos setelah menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....