Pembinaan Usia Muda Jadi Kunci, Jepang dan Norwegia Berpotensi Jadi Kuda Hitam
- 09 Jun 2026 08:25 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Pelatih usia muda Cirebon United, Adika Purnama, menilai keberhasilan sebuah negara di Piala Dunia tidak lepas dari kualitas pembinaan pemain usia dini. Menurutnya, negara yang konsisten membangun sistem grassroot berpeluang menciptakan kejutan pada Piala Dunia 2026.
Adika yang juga memiliki lisensi kepelatihan D PSSI mengatakan sepak bola modern menuntut regenerasi pemain yang berjalan baik. Kegagalan melakukan regenerasi, menurutnya, menjadi salah satu penyebab menurunnya prestasi sejumlah negara besar.
“Regenerasi sangat penting dalam sepak bola modern. Tim yang terlambat melakukan regenerasi biasanya akan kesulitan mengikuti perkembangan permainan saat ini,” kata Adika.
Ia mencontohkan Italia yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan prestasi hingga gagal tampil di putaran final Piala Dunia. Menurutnya, keterlambatan regenerasi menjadi faktor utama yang membuat Italia tertinggal dari negara-negara lain.
Adika juga mengungkapkan bahwa kejutan selalu menjadi bagian menarik dalam ajang Piala Dunia. Ia mengingat keberhasilan Kroasia menembus final sebagai bukti bahwa negara dengan sumber daya terbatas tetap mampu bersaing di level tertinggi.
“Piala Dunia selalu menghadirkan kejutan. Kroasia pernah membuktikan bahwa kerja sistem yang baik bisa membawa tim melangkah sangat jauh,” ujarnya.
Untuk Piala Dunia 2026, Adika memprediksi Norwegia, Ekuador, dan Jepang berpotensi menjadi tim kuda hitam. Ketiga negara tersebut dinilai memiliki perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, Jepang menjadi salah satu contoh terbaik dalam pengelolaan pembinaan usia muda. Sistem grassroot yang berjalan berkesinambungan membuat kualitas pemain Jepang semakin merata dan mampu bersaing dengan negara-negara besar.
“Jepang memiliki pembinaan usia muda yang sangat bagus. Mereka konsisten membangun pemain sejak usia dini sehingga kualitas timnya merata,” katanya.
Selain Jepang, Adika menilai Norwegia memiliki potensi besar berkat kehadiran pemain-pemain berkualitas seperti Erling Haaland dan Alexander Sørloth. Kombinasi keduanya dinilai dapat menjadi kekuatan utama Norwegia dalam menghadapi tim-tim unggulan dunia.
Ia berharap Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi panggung bagi negara-negara berkembang untuk menunjukkan hasil pembinaan sepak bola yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....