Piala Dunia 2026: Kubo Tumpuan, Jepang Siap Akhiri "Kutukan"
- 08 Jun 2026 09:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Empat tahun lalu, Takefusa Kubo datang ke Piala Dunia Qatar 2022 sebagai pemain termuda dalam skuad Jepang. Kala itu, di usia 21 tahun, ia menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah saat Samurai Biru menaklukkan raksasa Eropa, Jerman dan Spanyol, sebelum akhirnya terhenti secara dramatis di babak 16 besar lewat adu penalti melawan Kroasia.
Kini, empat tahun berselang, Kubo bukan lagi sekadar pemain muda yang belajar dari pinggir lapangan. Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, ia menjelma menjadi tumpuan Jepang.
Belajar dari Kegagalan
Jepang melangkah ke Piala Dunia 2026 dengan fondasi yang jauh lebih kokoh. Penampilan impresif selama kualifikasi Asia menjadikan mereka tim pertama yang memastikan tiket ke putaran final. Bagi Kubo, dominasi ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari kematangan tim.
"Sekitar laga keempat atau kelima kualifikasi, saya menyadari betapa tangguhnya kami. Kami tidak hanya meraih hasil akhir yang baik, tetapi juga menunjukkan permainan yang padu dan penuh percaya diri," ujar Kubo dilansir dari laman resmi FIFA, Minggu (7/6/2026).
Namun, kepercayaan diri tersebut selalu dibayangi oleh "kutukan" babak 16 besar yang belum pernah berhasil ditembus Jepang. Kekalahan tragis dari Kroasia di Qatar menjadi pelajaran berharga. Menurut Kubo, kegagalan tersebut tidak murni soal adu penalti, melainkan akumulasi dari detail-detail kecil yang terlewatkan selama 120 menit pertandingan.
"Pertandingan itu mengajarkan betapa sulitnya mengubah sejarah. Kami sadar ada hal-hal krusial—baik intensitas maupun eksekusi taktis—yang harus kami perbaiki. Di Piala Dunia, perbedaan kemenangan sering kali ditentukan oleh margin yang sangat tipis," tutur pemain Real Sociedad itu.

Kini, dengan semakin banyaknya pemain Jepang yang berkarier di liga-liga elite Eropa, level kompetitif tim nasional mereka telah meningkat pesat. Kubo menekankan bahwa timnya kini memiliki mentalitas yang lebih kuat
"Kami selalu menyesuaikan pendekatan taktis sesuai lawan, tetapi mentalitas kami tetap sama. Kami menghormati lawan, namun kami juga sangat yakin bahwa kami mampu mengalahkan siapa pun," ucap pemain yang baru saja merayakan ulang tahun ke-25 pada 4 Juni lalu tersebut.
Sebagai motor serangan, Kubo dikenal dengan kemampuan dribelnya yang memukau di ruang sempit. Baginya, momen saat ia berhasil melewati lawan satu lawan satu adalah puncak kebahagiaan di lapangan. Namun, ia menyadari bahwa bakat individu tidak ada artinya tanpa fondasi tim yang disiplin.
"Pemain depan memang dituntut untuk kreatif, tetapi itu harus dibangun di atas disiplin taktis. Kebebasan saya di lapangan adalah hasil dari solidnya lini pertahanan dan struktur posisi yang disiplin dari rekan-rekan setim saya," kata Kubo
Misi Menuju Perempat Final
Kini, peran Kubo dalam skuad Jepang telah berubah. Dari sekadar "anak bawang", ia kini menjadi pemimpin yang diharapkan mampu memecah kebuntuan sejarah.
Dengan perpaduan antara organisasi tim yang rapi dan sentuhan magis dari para pemain kreatif seperti Kubo, Jepang kini memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh dari babak 16 besar dan mencetak sejarah baru di Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada 11 Juni-19 Juli 2026. Jepang akan mengawali perjuangan mereka dari Grup F bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....