Tren Lari di Banyumas Raya Terus Meningkat, Komunitas Dinilai Makin Berkembang

  • 23 Jul 2026 11:12 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Tren olahraga lari di wilayah Banyumas Raya terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Meningkatnya jumlah komunitas, peserta latihan bersama, hingga penyelenggaraan berbagai ajang lari menjadi indikator bahwa olahraga ini semakin diminati masyarakat.

Ketua Purbalingga Runners, Nur Kholis, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari mulai meningkat signifikan sejak 2023. Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbeda dibandingkan saat komunitas lari mulai berkembang sekitar 2015.

"Dulu saat kami mulai lari, pesertanya hanya lima sampai sepuluh orang dan event lari juga masih sangat jarang. Sekarang jumlah pelari terus bertambah. Anggota lama tetap aktif, sementara banyak wajah baru yang ikut bergabung," ujarnya kepada RRI.

Ia menilai meningkatnya minat masyarakat terhadap lari membawa dampak positif karena olahraga tersebut mudah dilakukan tanpa memerlukan fasilitas yang rumit.

"Lari itu olahraga yang sederhana. Tinggal keluar rumah, menentukan rute, lalu berlari. Yang terpenting adalah menularkan gaya hidup sehat kepada masyarakat," katanya.

Menurut Nur Kholis, perkembangan tren lari juga memberikan dampak positif bagi komunitas. Komunitas lari di Banyumas dan Purbalingga kini semakin dikenal, bahkan telah tergabung dalam jaringan komunitas lari nasional, IndoRunners.

Ia menjelaskan, komunitas yang ingin bergabung dalam jaringan tersebut harus memiliki kegiatan rutin, aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta memiliki anggota yang terus berkembang.

"Yang dinilai adalah konsistensi kegiatan dan kolaborasi dengan berbagai instansi atau pihak lain. Itu menjadi salah satu syarat penting," ucapnya.

Di sisi lain, semakin banyaknya event lari yang digelar di Banyumas selama 2026 juga dinilai menjadi bagian dari strategi promosi atau branding berbagai penyelenggara. Dalam waktu dua hingga tiga bulan terakhir saja, sejumlah ajang lari telah digelar dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Meski demikian, Nur Kholis menilai penyelenggaraan event lari di daerah belum sepenuhnya menjadi bisnis yang menguntungkan. Biaya pelaksanaan masih cukup besar, sementara harga tiket di daerah relatif lebih rendah dibandingkan kota-kota besar seperti Yogyakarta maupun Semarang.

"Kalau untuk bisnis memang belum sepenuhnya. Biasanya penyelenggara lebih mengutamakan agar event berjalan sukses dan peserta puas. Kalau penyelenggaraannya konsisten, baru ke depan bisa berkembang menjadi peluang bisnis," jelasnya.

Purbalingga Runners sendiri berdiri sejak 2015, berawal dari kegiatan lari bersama sejumlah kecil pegiat olahraga. Seiring waktu, komunitas tersebut terus berkembang melalui kegiatan rutin dan media sosial, hingga kini memiliki anggota dari berbagai kalangan.

Nur Kholis berharap tren positif olahraga lari dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang menerapkan gaya hidup sehat sekaligus memperkuat keberadaan komunitas lari di Banyumas Raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....