Pembinaan Atlet Jadi Kunci Mengangkat Prestasi Banyumas di Ajang Combat Sport

  • 10 Jul 2026 08:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Pembinaan atlet yang terarah dinilai menjadi salah satu kunci dalam melahirkan atlet berprestasi sekaligus mengangkat nama Banyumas di berbagai ajang combat sport. Upaya tersebut terus dilakukan Satria Training Camp melalui sistem pembinaan yang dimulai dari proses seleksi hingga program latihan khusus bagi atlet.

Pelatih Satria Training Camp, Riandri Fano Suryandi, menjelaskan bahwa calon atlet tidak langsung mengikuti program prestasi. Mereka terlebih dahulu diseleksi dari anggota reguler yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang.

"Awalnya member-member ini member reguler. Nanti kita lihat ada beberapa potensi yang cukup baik. Kita melakukan tahapan seleksi dan mereka mengikuti semua program yang sudah kami tetapkan,” ujarnya kepada RRI, Jumat (10/7/2026).

Menurut Riandri, pembinaan atlet tidak hanya berfokus pada kemampuan teknik bertanding. Atlet juga dituntut memiliki kondisi fisik yang prima, mental yang kuat, serta sikap disiplin sebagai bekal menghadapi persaingan di arena pertandingan.

Dalam menghadapi berbagai kejuaraan, tim pelatih menerapkan sejumlah strategi, mulai dari peningkatan kondisi fisik, program latihan, simulasi pertandingan atau drilling fight, hingga memberikan motivasi secara personal kepada atlet agar lebih siap bertanding.

Meski demikian, Riandri mengaku terdapat tantangan dalam membina atlet usia muda. Salah satunya adalah menjaga berat badan agar sesuai dengan kelas pertandingan yang akan diikuti.

"Terkadang mereka ini pola makannya belum terlalu dijaga, karena memang mereka mengikuti event-event ini pada kelas-kelas tertentu. Terkadang memang tantangan terberatnya adalah mengatur pola makan terutama untuk berat badannya," tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi memandang olahraga combat sport identik dengan kekerasan. Menurutnya, meski latihan combat sport memiliki intensitas tinggi, setiap latihan tetap dilakukan dengan persiapan dan pengawasan sehingga mengedepankan aspek pembinaan, bukan kekerasan.

Melalui pembinaan yang dimulai dari proses seleksi, latihan fisik, pembentukan mental, hingga simulasi pertandingan, Satria Training Camp terus menjalankan proses pengembangan atlet secara bertahap sesuai program yang telah ditetapkan. (Artika).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....