TP PKK Banyumas Didorong Aktif Sukseskan Program MBG
- 15 Des 2025 21:07 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas mendorong Tim Penggerak (TP) PKK untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal secara signifikan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat membuka Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Banyumas serta sejumlah mitra kerja TP PKK, sementara camat dan Ketua TP PKK kecamatan se-Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan secara daring.
Sadewo menegaskan, Kabupaten Banyumas menjadi daerah pertama yang menetapkan Keputusan Bupati tentang pembentukan Tim Teknis Dukungan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di tingkat kecamatan. Ia berharap, jaringan PKK yang menjangkau hingga desa, RW, dan RT dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan program MBG kepada masyarakat.
"Saya berharap PKK dapat berperan aktif dalam melakukan sosialisasi program MBG hingga ke desa-desa,” ujar Sadewo.
Baca juga: Lewat Rakor, PKK Banyumas Selaraskan Program Pembangunan Daerah
Program MBG diproyeksikan memberikan dampak besar terhadap perputaran ekonomi daerah. Dengan estimasi 200 dapur dan sekitar 2.500 penerima manfaat setiap hari, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp7,5 miliar per hari. Dalam satu bulan kerja, nilai tersebut dapat menembus Rp195 miliar dan diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 triliun dalam 11 bulan pelaksanaan.
Lebih lanjut, Sadewo menekankan bahwa Program MBG dirancang untuk mengutamakan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Seluruh kebutuhan bahan pangan diprioritaskan berasal dari koperasi desa dan/atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), produk lokal, UMKM, serta masyarakat setempat. Penggunaan bahan pangan olahan pabrikan tidak diperbolehkan, kecuali susu.
Ia juga mendorong keterlibatan langsung kader dan ibu-ibu PKK dalam proses produksi pangan, seperti pembuatan roti dan olahan makanan lokal yang dibutuhkan dalam program MBG. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat kemandirian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Misalnya melalui keterlibatan ibu-ibu PKK dalam memproduksi roti atau olahan pangan lokal untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis, sehingga cita-cita kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa dapat terwujud. Kabupaten Banyumas pun bertekad menjadi pionir dalam implementasi dan sistem Program MBG," ucap Sadewo.
Baca juga: Banyumas Berkomitmen Turunkan Angka Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas Ny. Nuraeni Sadewo menyampaikan bahwa Rakor tersebut menjadi momentum sinkronisasi dan pembinaan bagi seluruh jajaran PKK. Kegiatan ini mengacu pada hasil Rakor 10 Program Pokok PKK Tahun 2025, Rakor PKK Provinsi Jawa Tengah, serta Program Kerja TP PKK Kabupaten Banyumas.
“Materi Rakor meliput, penyampaian Rencana Kerja Ketua Tim Penggerak PKK Tahun 2026, sinergitas Program Kerja PKK dalam mengakselerasi penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Masa Jabatan (LPJMD) Tahun 2025–2029 serta pembinaan oleh Ketua Pembina Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas,” kata Nuraeni.
Melalui Rakor ini, diharapkan terbangun keselarasan antara program PKK dan OPD, sehingga seluruh kegiatan pembangunan, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, dapat berjalan sinergis dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Banyumas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....