Kelezatan Lotek Bu Yanto, Bumbu yang Buket Legendaris di Tepi Sawah
- 01 Sep 2026 09:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID Purwokerto - Di tengah maraknya kuliner modern, Warung Pojok Bu Yanto tetap teguh berdiri menyajikan kuliner tradisional berkelezatan khas yang terkenal dengan Lotek bumbu kacang pekatnya. Didirikan oleh Ibu Soegiarti (58) langsung, nama warung ini mengusung nama sang ayahnya, Bapak Sugiyanto.
Usaha kuliner ini bermula sejak tahun 1997 oleh Ibu Soegiarti. Latar belakang berdirinya warung diawali dari usaha keluarga, di mana sang ibu menjual rames awalnya dan sang kakak berjualan rujak. Ibu Soegiarti kemudian merintis usaha lotek ini sendiri yang awalnya berlokasi di daerah Kober, sebelum akhirnya pindah ke lokasi sekarang.
"Dulu di Kober, pindah ke sini tahun 2013," tutur Soegiarti selaku pemilik saat ditemui RRI, Minggu, 30 Agustus 2026.
Hal yang menjadi daya tarik utama dan ciri khas utama dari Lotek Bu Yanto terletak pada siraman bumbunya yang kental atau 'buket' dan bisa request tingkat rasa dan kepedasannnya. Kunci keberhasilan dalam mempertahankan cita rasa otentik ini adalah konsistensi resep racikan bumbu kacang dan gula merah yang dipertahankan sejak awal berdiri.
"Saya palingnya cuma mempertahankan bumbunya gitu-gitu aja dari dulu, ya kacang, gula gitu," ungkap Soegiarti mengenai rahasia kelezatan loteknya.

Di antara deretan menu yang disajikan, Rujak Sayur/Lotek dan Ranjem menjadi salah satu varian yang paling banyak diminati oleh para pelanggan, disusul dengan mendoan dan rujak buah yang menyegarkan.
Meski menjajakan makanan tradisional dan letaknya masuk gang dan tepi persawahan, pelanggan Warung Pojok Bu Yanto kini tidak hanya berasal dari kalangan warga sekitar dan pengagum kuliner senior, tetapi justru didominasi oleh anak muda dan pelajar/mahasiswa. Warung biasanya mulai ramai memasuki jam 10 pagi hingga makan siang, serta menjelang sore hari dengan pemandangan senja di persawahan dan sungai kecil disekitarnya.
"Gak mesti siang, kadang jam 10 sampe jam makan siang, terus nanti menjelang sore," jelasnya mengenai jam ramai pengunjung.
Perkembangan jumlah pengunjung pun meningkat pesat berkat pengaruh media sosial, atas banyaknya konten kreator di purwokerto yang datang dan mempromosikannya tanpa dibayar, serta rekomendasi mulut ke mulut. Saat berada di puncak ramainya, warung ini sanggup menjual lebih dari 100 bungkus lotek dalam sehari, dengan jam buka hingga menjelang Maghrib bahkan Isya.

Menjalankan usaha kuliner tentu tak lepas dari tantangan fluktuasi harga bahan pokok. Ketika harga bahan-bahan naik, Ibu Soegiarti memilih untuk tidak membebankan hal tersebut kepada pelanggan dan menyiasatinya agar harga jual tetap ramah di kantong.
Untuk mekanisme pemesanan, Warung Lotek Bu Yanto saat ini belum bergabung dengan aplikasi ojek online resmi. Kendati demikian, pelanggan tetap bisa melakukan pemesanan via WhatsApp terlebih dahulu untuk kemudian dijemput secara mandiri (takeaway) di warung. Harapan utamanya sangat sederhana, yaitu usaha ini terus berjalan lancar dan masakan tradisionalnya senantiasa dinikmati oleh banyak orang.
Warung Lotek Bu Yanto berlokasi di Jl. Gn. Slamet Gang Gunung Merbabu, Bobosan, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53127. Tempatnya yang mudah dijangkau serta dikelilingi suasana asri menjadikan lokasi ini pas untuk menikmati sajian kuliner tradisional. Dengan kelezatan bumbu kacang yang kental serta porsi yang memuaskan, seporsi lotek atau rujak sayur di warung ini dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp12.000 saja. (Fattah Zakaria)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....