Kopi Pletok Purwokerto, Obat Rindu Masakan Nenek
- 27 Jan 2026 21:05 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Di tengah maraknya kafe modern berkonsep kekinian di Purwokerto, Kopi Pletok tetap konsisten menjaga nuansa masa lalu. Warung makan ini sengaja mempertahankan menu tradisional sebagai daya tarik utama guna menggaet pelanggan yang merindukan cita rasa autentik khas pedesaan.
Salah satu pegawai, Indra Suhartanto menyampaikan, Langkah tersebut merupakan upaya nyata dalam menjaga keberlanjutan kuliner lokal di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Pihak pengelola menyadari bahwa kuliner warisan memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat sebagai sarana untuk melepas penat dari hiruk-pikuk gaya hidup modern.
"Kami hadir untuk menghidupkan kembali memori masyarakat melalui menu zaman dahulu. Langkah ini adalah bentuk komitmen kami dalam mempertahankan tradisi, cita rasa warisan, dan identitas budaya lokal," ujar Indra kepada RRI, Selasa (27/1/2026).
Strategi Kopi Pletok untuk tetap relevan di era digital dilakukan dengan promosi melalui media sosial serta kolaborasi aktif dengan agen perjalanan. Hal ini menjadikan Kopi Pletok tidak hanya sebagai tempat makan, tetapi juga destinasi wisata kuliner favorit bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Baca juga: Pratistha Harsa Buka Pagi, Mudahkan Warga Cari Sarapan
Fasilitas yang lengkap dan fleksibilitas waktu menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang ingin beristirahat di tengah perjalanan jauh. Inda menyampaikan, manajemen berkomitmen menjadikan tempat ini sebagai rumah makan yang secara konsisten melestarikan identitas kuliner Nusantara yang kini mulai langka.
"Di tengah banyaknya kompetitor yang fokus pada tren terbaru, kami memilih memenuhi kebutuhan akan menu tradisional. Hal ini menjadi identitas agar kami tetap eksis dalam melestarikan warisan kuliner tersebut," kata Indra.

Ia menjelaskan inovasi penyajian terus dilakukan tanpa menghilangkan karakter asli hidangan, seperti menu Lodeh Pletok yang kini dikemas lebih menarik secara visual namun tetap menjaga rasa dan teksturnya. Antusiasme masyarakat yang tinggi pun direspons manajemen dengan menambah jam operasional pada akhir pekan guna mengakomodasi pengunjung.
Sensasi nostalgia tersebut dirasakan langsung oleh Maisha, salah seorang pengunjung, yang mengaku tertarik dengan suasana tradisional yang ditawarkan. Bagi generasi muda, konsep rumah makan seperti ini memberikan pengalaman berbeda yang unik dan sulit ditemukan di kafe-kafe pada umumnya.
Baca juga: DKUKMP Banyumas Hidupkan Kembali Ikon Kuliner Pasar Pereng
"Menu tradisional di sini menjadi obat rindu akan masakan nenek yang sudah lama tidak saya nikmati. perpaduan rasa dan suasananya benar-benar membawa sensasi nostalgia yang mendalam," ujar Maisha.
Maisha berharap ke depannya semakin banyak kafe maupun rumah makan yang menerapkan konsep tradisional untuk semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya. (Iday/Liina).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....