Masa Pensiun, Ini Cara Mengelola Stres dan Menjaga Kesehatan Mental
- 26 Agt 2026 15:01 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Memasuki masa pensiun menjadi salah satu fase penting dalam kehidupan yang membutuhkan penyesuaian. Setelah bertahun-tahun menjalani rutinitas pekerjaan, seseorang dapat menghadapi perubahan pola hidup, berkurangnya aktivitas, hingga hilangnya interaksi dengan rekan kerja.
Kondisi tersebut pada sebagian orang dapat menimbulkan stres, kecemasan, rasa kehilangan peran, bahkan perasaan tidak lagi dibutuhkan. Dalam materi yang dipublikasikan melalui laman resmi Kementerian Kesehatan RI, kondisi yang berkaitan dengan kesulitan menerima perubahan setelah kehilangan jabatan atau kekuasaan tersebut dikenal sebagai Post Power Syndrome.
Kementerian Kesehatan menjelaskan, Post Power Syndrome dapat muncul ketika seseorang kesulitan melepaskan peran atau kondisi yang pernah dimiliki sebelumnya. Karena itu, persiapan menghadapi masa pensiun perlu dilakukan, baik secara mental, sosial maupun finansial. Kementrian kesehatan juga berbagi tips agar masa pensiun dapat dijalani dengan lebih sehat dan produktif, sejumlah langkah berikut dapat dilakukan.
1. Membuat Rutinitas Baru
Berhentinya aktivitas kerja bukan berarti seluruh kegiatan harus berhenti. Pensiunan dapat menyusun rutinitas baru yang teratur namun tetap fleksibel.
Kegiatan seperti berolahraga, berkebun, membaca, mengembangkan hobi, mengikuti kegiatan masyarakat atau meluangkan waktu bersama keluarga dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Adanya kegiatan yang terencana dapat membantu seseorang tetap aktif dan memiliki tujuan dalam menjalani hari.
2. Tetap Menjaga Kesehatan Fisik
Kesehatan fisik dan kesehatan mental saling berkaitan. Karena itu, masa pensiun sebaiknya tetap diisi dengan aktivitas fisik sesuai kemampuan.
Kementerian Kesehatan menganjurkan lansia tetap aktif dengan aktivitas yang disesuaikan dengan kondisi tubuh, seperti berjalan kaki, bersepeda santai, berkebun atau aktivitas fisik ringan lainnya. Selain beraktivitas, pola makan bergizi seimbang, istirahat cukup dan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan.
3. Tetap Bersosialisasi
Berakhirnya masa kerja berarti berkurangnya interaksi rutin dengan rekan kerja. Jika tidak diimbangi dengan hubungan sosial lainnya, kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa kesepian.
Karena itu, pensiunan dianjurkan tetap menjalin komunikasi dengan keluarga, teman, tetangga maupun komunitas. Bergabung dalam kelompok hobi, kegiatan sosial atau aktivitas kemasyarakatan dapat menjadi pilihan untuk memperluas pergaulan. Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan bagi seseorang yang memasuki masa pensiun.
4. Kembangkan Hobi yang Disukai
Masa pensiun dapat menjadi kesempatan untuk kembali melakukan berbagai kegiatan yang sebelumnya tertunda karena kesibukan bekerja. Membaca, memasak, berkebun, fotografi, melukis, memancing atau kegiatan lain yang disukai dapat menjadi aktivitas positif. Kementerian Kesehatan menyebut melakukan kegiatan yang disukai dapat menjadi salah satu cara membantu mengelola stres dan membangun kembali rasa percaya diri.
5. Lakukan Relaksasi
Ketika muncul rasa cemas atau pikiran yang mengganggu, pensiunan dapat mencoba aktivitas relaksasi seperti latihan pernapasan, meditasi atau kegiatan lain yang membuat tubuh dan pikiran lebih tenang. Mengelola stres juga dapat dilakukan dengan membicarakan persoalan kepada orang yang dipercaya. Jika keluhan terasa semakin berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, termasuk psikolog, dapat menjadi pilihan.
6. Persiapkan Kondisi Keuangan
Persoalan keuangan juga dapat menjadi salah satu sumber kecemasan setelah seseorang berhenti menerima penghasilan rutin dari pekerjaan. Karena itu, persiapan finansial sebaiknya dilakukan sebelum memasuki masa pensiun. Pengelolaan tabungan, pengeluaran dan rencana kegiatan setelah pensiun perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan.
Dalam materi Kementerian Kesehatan mengenai Post Power Syndrome, persiapan finansial dan perencanaan kegiatan setelah pensiun menjadi bagian yang penting untuk membantu seseorang menghadapi perubahan kehidupan. Intinya, pensiun bukan berarti berakhirnya masa produktif. Perubahan dari rutinitas kerja menuju kehidupan yang lebih fleksibel dapat menjadi kesempatan untuk menjaga kesehatan, mengembangkan minat, mempererat hubungan dengan keluarga dan tetap berkontribusi di lingkungan sekitar.
Dukungan keluarga dan orang terdekat juga menjadi bagian penting agar masa transisi tersebut dapat dilalui dengan lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....