Kasus ISPA di Banyumas Capai 152 Ribu Selama Januari-Juli 2026

  • 12 Agt 2026 11:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Masyarakat di Kabupaten Banyumas diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau. Kondisi udara yang lebih kering dan meningkatnya paparan debu dapat memicu gangguan saluran pernapasan serta meningkatkan risiko penularan infeksi.

Pengelola Program ISPA Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas, Riana Dewi Fatmawati, mengatakan kasus ISPA masih cukup tinggi di wilayah tersebut. Berdasarkan data Januari hingga Juli 2026, tercatat sekitar 152 ribu kasus ISPA di Kabupaten Banyumas.

Menurut Riana, jumlah kasus ISPA mengalami perubahan setiap bulan. ISPA juga dapat menyerang seluruh kelompok usia, sehingga masyarakat perlu menerapkan langkah pencegahan, terutama selama kondisi lingkungan lebih banyak terpapar debu dan asap.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain balita, lanjut usia, penderita penyakit pernapasan, serta masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, Dokter Spesialis Paru, dr. Cempaka Nova, mengatakan kondisi udara selama musim kemarau cenderung lebih kering sehingga debu lebih mudah beterbangan. Paparan tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta mencuci tangan menggunakan sabun.

“Untuk keseluruhan kita terapkan pola hidup sehat. Dari kebersihan diri, kemudian lingkungan, dan yang lebih kita galakkan lagi adalah cuci tangan menggunakan sabun,” kata dr. Cempaka Nova dalam program Dialog Kenthongan Pro 1 RRI Purwokerto, Selasa (11/8/2026).

Riana Dewi mengimbau masyarakat mengurangi paparan debu dan asap, menggunakan masker ketika beraktivitas di lingkungan berdebu, serta menghindari paparan asap rokok, terutama di dalam rumah.

Masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk atau pilek juga dianjurkan menggunakan masker dan menerapkan etika batuk. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....