Dokter Mufied : Kolesterol Tinggi, Jangan Percaya Semua Mitosnya

  • 05 Agt 2026 15:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Kolesterol sering kali dianggap sebagai penyebab utama berbagai penyakit jantung. Namun, tidak semua anggapan yang berkembang di masyarakat mengenai kolesterol benar. Masih banyak mitos yang justru membuat masyarakat salah memahami cara menjaga kesehatan. Hal itu disampaikan dokter Choirul Mufied dalam Dialog Kesehatan Pro 1 RRI Purwokerto, Selasa (4/8/2026), saat membahas tema "Kolesterol Tinggi: Fakta dan Mitos".

Menurut dr. Mufied, kolesterol sebenarnya merupakan zat lemak yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hormon, vitamin D, serta membantu proses pembentukan membran sel. Permasalahan muncul ketika kadar kolesterol jahat meningkat sehingga menumpuk di dinding pembuluh darah.

"Kolesterol bukan musuh tubuh. Yang perlu diwaspadai adalah ketika kadar kolesterol jahat atau sering disebut LDL meningkat dan tidak terkontrol, karena dapat memicu penyempitan pembuluh darah hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke," jelasnya.

Ia mengatakan salah satu mitos yang masih banyak dipercaya adalah anggapan bahwa orang bertubuh kurus pasti terbebas dari kolesterol tinggi. Padahal, kadar kolesterol dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, faktor keturunan, hingga usia.

"Orang dengan berat badan ideal pun tetap bisa mengalami kolesterol tinggi apabila pola hidupnya kurang sehat atau memiliki riwayat keluarga," ujarnya.

Mitos lainnya adalah semua makanan berkolesterol harus dihindari. Menurut dr. Mufied, yang lebih penting justru membatasi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans karena kedua jenis lemak tersebut lebih berpengaruh terhadap peningkatan kadar LDL dibandingkan kandungan kolesterol pada makanan.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa kolesterol tinggi selalu menimbulkan gejala. Faktanya, sebagian besar penderita tidak merasakan keluhan apa pun hingga terjadi komplikasi seperti serangan jantung atau stroke.

"Karena itu, pemeriksaan kolesterol secara berkala sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko," katanya.

Untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal, dr. Mufied menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur, memilih sumber protein rendah lemak, rutin berolahraga sedikitnya 150 menit setiap minggu, menjaga berat badan ideal, tidak merokok, serta membatasi konsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula.

Ia menambahkan, penggunaan obat penurun kolesterol harus berdasarkan anjuran dokter dan tidak boleh dihentikan secara sepihak meskipun hasil pemeriksaan sudah membaik.

"Pengobatan bertujuan mengendalikan risiko jangka panjang. Karena itu, kepatuhan terhadap terapi dan perubahan gaya hidup harus berjalan beriringan," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....