Dokter Ingatkan Bahaya Konsumsi Kopi dengan Gula Berlebihan
- 22 Jul 2026 14:47 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga – Menambahkan gula dalam kopi memang dapat meningkatkan cita rasa. Namun, konsumsi kopi dengan kandungan gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan apabila dilakukan secara terus-menerus.
Kepala UTD PMI Kabupaten Purbalingga, dr. Mey Dian Intan Sari diruang kerjanya mengatakan masyarakat perlu memperhatikan bukan hanya jumlah kopi yang dikonsumsi, tetapi juga banyaknya gula yang ditambahkan ke dalam minuman tersebut.
"Sering kali yang menjadi masalah bukan hanya kopinya, tetapi kandungan gula yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, hal itu dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes melitus, hingga penyakit jantung," kata dr. Mey .
Menurutnya, minuman kopi kekinian umumnya mengandung tambahan gula, sirup, krimer, atau susu kental manis yang dapat meningkatkan jumlah kalori secara signifikan. Apabila tidak diimbangi dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik, kelebihan kalori tersebut berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.
dr. Mey juga mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebih dapat berdampak pada kesehatan gigi serta meningkatkan risiko gangguan metabolisme tubuh. Oleh karena itu, masyarakat disarankan membiasakan diri mengurangi takaran gula secara bertahap.
"Jika ingin tetap menikmati kopi, pilihlah dengan sedikit gula atau tanpa tambahan gula. Lidah akan beradaptasi seiring waktu, sehingga kita tetap bisa menikmati cita rasa kopi tanpa harus mengonsumsi gula dalam jumlah banyak," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan membatasi asupan gula harian, memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular.
" Jadi saya harap masyarakat semakin bijak dalam memilih minuman sehari-hari, menikmati kopi tetap diperbolehkan dengan catatan perlu memperhatikan kandungan gula agar manfaatnya tidak berubah menjadi risiko bagi kesehatan, " Pungkasnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....