Sosial Media Picu Tekanan Psikologis Remaja dan Bahaya Self-Diagnosis
- 30 Mei 2026 04:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Penggunaan media sosial yang berlebihan di kalangan remaja kini memicu peningkatan masalah psikologis cukup signifikan. Tekanan digital tersebut berdampak pada munculnya kondisi kecemasan hingga stres akibat standar gaya hidup baru.
Hal itu disampaikan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto Yoza Okta Saputra saat dialog di RRI Purwokerto. Menurutnya, remaja usia sepuluh hingga sembilan belas tahun sangat rentan terhadap paparan konten negatif internet.
Yoza menjelaskan bahwa masalah kesehatan mental pada fase transisi tersebut dapat dibedakan menjadi dua tingkatan utama. Masalah mental ringan biasanya berupa stres akademik, sedangkan gangguan jiwa berat sudah menghambat fungsi fisik harian.
Ia juga menyoroti maraknya fenomena remaja yang mendiagnosis kondisi kejiwaan diri sendiri secara sepihak di internet. Tindakan self-diagnosis tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu salah informasi mengenai penanganan psikologis tepat.
Untuk menjaga regulasi emosi tetap stabil, remaja diimbau konsisten menerapkan pola hidup sehat secara mandiri. Langkah tersebut dapat dimulai dari olahraga rutin, menjaga pola makan, hingga menulis buku harian secara berkala.
Masyarakat diminta segera melakukan konsultasi ke psikolog apabila gejala kecemasan berlangsung lebih dari tiga minggu. Penanganan cepat dari tenaga profesional sangat penting guna mencegah risiko tindakan menyakiti diri sendiri atau self-harm.
“Jangan takut meminta bantuan ahli jika tekanan emosional sudah mengganggu aktivitas produktif sehari-hari,” katanya, menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....