Anemia dan Diet Ketat: Cewek Lebih Rawan, Ini Alasannya

  • 15 Jun 2026 15:06 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Diet ketat telah menjadi tren populer di kalangan masyarakat yang ingin menurunkan berat badan atau meningkatkan kesehatan. Namun, diet ketat yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk anemia.

Menginjak usia remaja sudah sewajarnya mulai mengerti dan memperhatikan penampilan, terlebih bagi remaja wanita. Ingin memiliki body goals atau sekadar merasa tidak percaya diri membuat banyak remaja putri melakukan diet.

Dalam Obrolan Seputar Kesehatan Pro 2 RRI Purwokerto membahas tema “Diet Ketat, Skip Makan, dan Ancaman Anemia Remaja Putri” bersama dr. Meta Mukhsinina Purnama. Berkaca pada realita, saat ini banyak remaja putri yang masih salah dalam menerapkan pola diet sehingga berujung pada diet ekstrem.

Diet ekstrem terjadi ketika jarak waktu makan terlalu jauh dan asupan gizi tidak tercukupi, hal ini dapat berujung pada penyakit seperti anemia. Anemia adalah kondisi ketika kadar darah merah hemoglobin (HB) rendah, kadar HB normal untuk wanita yaitu 12-16 gram per desiliter (g/dL).

“Pola diet yang benar bukan hanya mengurangi makan, tetapi mencukupkan kebutuhan gizi dan dibersamai olahraga,” kata dr. Meta. Masih banyak dari remaja putri yang salah dalam menerapkan diet, sehingga kekurangan zat besi, cairan, dan kebutuhan gizi lainnya.

Hal pertama yang harus diketahui sebelum menjalani diet, yaitu Body Mass Index (BMI). Setelah mengecek indeks massa tubuh, kita akan mengetahui apakah sebenarnya membutuhkan diet atau tidak.

Jika memang membutuhkan diet, maka kurangi porsi makan dengan tetap memperhatikan asupan gizi, cukupkan kebutuhan cairan (air mineral), dan olahraga yang teratur. Jarak makan juga menjadi poin yang harus diperhatikan, hindari untuk menetapkan jarak waktu yang terlalu jauh.

Terkait jam makan, perlu diketahui bahwa tubuh memiliki jam untuk bekerja. Untuk makan malam pastikan dua jam sebelum tidur, karena jika kurang dari itu dapat menyebabkan obesitas atau penyakit lainnya.

“Jika ingin diet, pelajari terlebih dahulu jangan cuma ingin body goals jadi salah pola diet, skip makan jangan terlalu lama, dan hindari diet ekstrem,” kata dr. Meta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....