Mengenal Metode Kontrasepsi: Efektivitas, Efek Samping, dan Cara Penggunaan
- 11 Mei 2026 10:46 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Dalam perspektif Islam, keluarga memiliki tujuan luhur untuk membentuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, yang tidak hanya dipenuhi dengan kasih sayang tetapi juga suasana aman dan tentram, sebagai bekal mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, pemilihan alat kontrasepsi atau metode KB menjadi bagian penting yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi masing-masing keluarga, agar tujuan membentuk keluarga harmonis dapat tercapai secara optimal.
Menurut Suratmi, Amd. Keb dalam Dialog Jelita Pro 1 RRI Purwokerto, kontrasepsi sendiri pelayanan kesehatan yang mencakup usaha dan alat untuk mencegah terjadinya kehamilan, baik sementara maupun permanen, dengan cara menghindari pertemuan sel telur dan sperma, atau mencegah menempelnya sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim.
Penggunaan kontrasepsi umumnya dilakukan dengan tiga motivasi utama, yaitu untuk menunda kehamilan, menjaga kesehatan ibu terutama bagi yang memiliki risiko medis dan mengatur jarak kelahiran agar ibu memiliki cukup waktu untuk memulihkan diri serta memberikan perhatian maksimal pada anak.
Jenis-jenis kontrasepsi yang umum dikenal masyarakat meliputi metode jangka pendek seperti pil KB (baik untuk ibu menyusui maupun tidak), serta metode jangka panjang seperti IUD (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), susuk atau implan, dan kondom. Selain itu, terdapat pula metode permanen seperti tubektomi untuk perempuan dan vasektomi untuk laki-laki, serta metode alami seperti kalender dan teknik azal yang dikenal sejak zaman Rasulullah SAW.
“Jarak ideal antar kelahiran adalah tiga tahun adalah 20-2-3-35”, yang berarti usia ideal melahirkan adalah 20 tahun, dua anak dalam keluarga bukan batas maksimal, tiga tahun sebagai jarak ideal antar kelahiran, dan pada usia 35 tahun sebaiknya sudah tidak lagi melahirkan karena risiko kesehatan semakin tinggi,” ujar Suratmi.
Pasangan juga perlu memperhatikan peredaran pil KB yang dapat dibeli bebas di apotek. Apotek yang profesional biasanya akan melakukan seleksi dengan mempertimbangkan usia dan status pernikahan pembeli. Di Indonesia yang bukan negara liberal, penggunaan kontrasepsi khususnya hormonal seperti pil KB yang seharusnya hanya untuk perempuan yang telah menikah.
Oleh sebab itu pemerintah melalui BKKBN saat ini aktif memfasilitasi akses terhadap alat kontrasepsi, bahkan secara gratis melalui puskesmas atau kegiatan safari KB, sebagai bentuk komitmen mendukung kesehatan reproduksi masyarakat. Hal ini menjadi solusi strategis dalam menekan angka kelahiran, meningkatkan kualitas hidup keluarga, serta meminimalisasi risiko medis bagi ibu dan bayi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....