Gejala Asma pada Anak: Kenali sejak Dini sebelum Terlambat
- 22 Apr 2026 09:11 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Asma merupakan salah satu penyakit yang menyerang paru-paru, dimana kondisi pada paru-paru tersebut mengalami peradangan dan saluran pernapasannya mengalami penyempitan, sehingga menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas. Asma tidak hanya diderita oleh orang dewasa saja, tapi juga dapat menyerang anak-anak. Lantas, apa saja yang menyebabkan seorang anak berisiko terkena asma?
Dikutip dari laman resmi medlineplus.gov, terdapat berbagai penyebab seorang anak terkena asma, yaitu sang anak maupun ketika sang ibu sedang mengandungnya terpapar asap rokok yang disebabkan oleh perokok aktif atau kondisi tersebut dikenal juga dengan perokok pasif, faktor genetik, alergi, hingga obesitas.
- Terpapar asap rokok
Perokok pasif sama bahayanya dengan perokok aktif, dimana pada dasarnya perokok pasif ini bukan seseorang yang merokok, akan tetapi menghirup asap rokok dari si perokok aktif. Namun dampak negatif yang dialami mereka sama bahayanya.
Asap rokok memiliki zat beracun yang dapat mengganggu saluran pernapasan, sehingga dapat menyebabkan asma, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.
Tapi, apakah Anda tahu? Ketika Anda sedang mengandung dan terlalu sering terpapar asap rokok juga ternyata memiliki risiko tinggi terkena asma bagi sang anak kelak. Sehingga memang penting untuk menghindari asap rokok, baik bagi sang anak maupun bagi Anda yang sedang hamil. - Faktor genetik
Dilansir dari laman mayapadahospital.com, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA) yaitu anak berisiko tinggi terkena asma ketika kedua orang tuanya memiliki riwayat penyakit tersebut, namun akan lebih tinggi jika yang memiliki riwayat tersebut adalah ibu. - Alergi
Dikutip dari laman resmi halodoc.com, alergi merupakan pemicu utama terkenanya asma, dimana terdapat sekitar 80% penderita asma ternyata memiliki alergi, terutama terhadap tungau debu, suhu dingin, serbuk sari bunga, kotoran kecoa, hingga bulu hewan. Dijelaskan juga bahwa kotoran kecoa dengan tingkat tinggi yang berada di rumah dapat menyebabkan empat kali lebih memungkinkan anak-anak terpapar asma. Sehingga wajib bagi Anda untuk selalu menjaga kebersihan rumah dan segera periksa sang anak apakah memiliki alergi atau tidak agar bisa segera ditangani untuk mengurangi risiko gejala asma. - Obesitas
Dikutip dari laman halodoc.com, studi dalam American Journal of Epidemiology menjelaskan bahwa anak-anak akan berpeluang lebih tinggi terkena asma bahkan dengan gejala yang lebih parah jika memiliki berat badan berlebih serta obesitas.
Anak-anak dengan kondisi yang obesitas menyebabkan paru-parunya kurang berkembang, sehingga saat napas yang diambil menjadi lebih sedikit dari biasanya dan jalan pernapasannya menjadi lebih sempit juga rentan iritasi. Dilansir dari laman National Library of Medicine dimana itu merupakan situs web resmi pemerintah Amerika Serikat, bahwa kemungkinan asma dapat meningkat sebesar 50% pada individu yang kelebihan berat badan atau obesitas.
Lalu, gejala apa saja yang biasanya dialami oleh anak yang memiliki asma? Dikutip dari laman resmi alodokter.com, terdapat beberapa jenis gejala yang harus Anda pahami, apakah gejala tersebut tergolong ke kategori gejala yang umum terjadi atau gejala yang menunjukkan bahwa asma yang sedang dialami semakin parah.
Gejala umum tersebut yaitu batuk, napas berbunyi, mengalami kesulitan dalam bernapas, anak semakin rewel, kuku dan bibir kebiruan, mudah merasa capek, kulit pucat, kurang aktif, hidung menjadi kembang kempis saat bernapas, sering batuk saat beraktivitas, hingga otot dada serta leher terlihat tertarik ketika bernapas.
Sedangkan gejala yang perlu Anda waspadai karena adanya kemungkinan asma pada anak semakin parah yaitu napas yang cepat dan terengah-engah yang mengakibatkan gagap dalam berbicara atau bahkan tidak bisa bicara sama sekali, sulit menarik napas, pingsan akibat kekurangan oksigen.
Pada gejala ini masih terasa sesak walaupun sudah diberikan obat asma, serta perut akan terlihat mengempis ke bawah tulang rusuk saat bernapas. Jika sudah seperti ini, maka jangan ragu untuk langsung membawa si kecil ke rumah sakit agar dapat segera ditangani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....