Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah Makan, agar Anak Tumbuh Kembang Optimal
- 20 Apr 2026 13:03 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Menghadapi fase anak yang suka pilih-pilih makanan (picky eater) atau bahkan menolak makan sama sekali sering kali menjadi beban pikiran bagi orang tua. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, sebab asupan nutrisi yang tidak terpenuhi dapat berdampak langsung pada terganggunya tumbuh kembang buah hati.
Mengutip artikel dalam laman resmi klikdokter.com disebutkan bahwa penting bagi orang tua untuk memahami bahwa menurunnya nafsu makan anak tidak terjadi tanpa sebab. Dengan mengenali pemicunya, orang tua dapat mengambil langkah yang tepat tanpa harus memicu stres pada anak.
Masih mengutip artikel ini disebutkan adalah beberapa penyebab umum anak susah makan dan tips menghadapinya:
Perilaku Selective Eating ,
Anak-anak secara alami cenderung menyukai rasa manis karena kemiripannya dengan rasa ASI. Hal ini membuat mereka sering kali menghindari sayuran atau makanan dengan rasa yang lebih kuat. Fenomena ini tergolong normal karena preferensi rasa anak terhadap manis jauh lebih kuat dibandingkan orang dewasa.
Takut Mencoba Hal Baru (Neophobia),
Memasuki usia dua tahun, anak kerap mengalami neophobia, yaitu rasa cemas terhadap makanan yang belum familiar. Solusi: Kenalkan makanan baru secara perlahan dan teratur. Hindari memaksa anak, karena tekanan hanya akan membuat mereka semakin menolak. Berikan contoh dengan memakan makanan tersebut di depan mereka dengan ekspresi menikmati.
Indra Perasa yang Sangat Sensitif,
Indra perasa anak jauh lebih tajam daripada orang dewasa. Mereka bisa sangat sensitif terhadap aroma, tekstur, hingga rasa pahit yang samar. Tips: Biarkan anak mengeksplorasi makanan, kreasikan tampilan menu dengan bentuk-bentuk lucu (seperti cetakan karakter), dan sajikan menu yang bervariatif agar anak tidak bosan.
Kemampuan Intersepsi Tubuh,
Anak memiliki kemampuan alami untuk mengenali rasa lapar dan kenyang (intersepsi). Jika anak mengaku tidak lapar, jangan dipaksa. Langkah: Kurangi porsi jika makanan sering tersisa, atau biarkan anak mengambil porsinya sendiri agar mereka merasa memegang kendali atas apa yang mereka konsumsi.
Faktor Kelelahan dan Distraksi,
Sering kali anak terlalu asyik bermain atau merasa sangat lelah sehingga kehilangan minat untuk makan. Strategi: Jadikan makan siang sebagai waktu makan utama dengan porsi yang lebih besar saat energi anak masih stabil. Sebaliknya, berikan porsi yang lebih kecil saat makan malam ketika anak sudah mulai merasa lelah.
Waspadai Masalah Kesehatan,
Selain faktor psikologis dan kebiasaan, penurunan nafsu makan juga bisa menjadi indikator masalah kesehatan fisik, di antaranya: Proses tumbuh gigi atau sembelit , Infeksi virus seperti demam atau radang tenggorokan, Gangguan pencernaan seperti GERD, penyakit celiac (sensitivitas gluten), atau peradangan esofagus akibat alergi (EoE).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....