Inilah Alasan Medis kenapa saat Puasa Dianjurkan Mengurangi Konsumsi Kopi

  • 26 Feb 2026 12:04 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, PURWOKERTO – Bagi pencinta kopi, melewatkan hari tanpa kafein mungkin terasa berat. Namun, dalam siaran Dialog Kesehatan di Pro 1 RRI Purwokerto pekan lalu, dr. Choirul Mufied memberikan anjuran penting mengenai dampak konsumsi kopi berlebih saat menjalankan ibadah puasa.

Dalam Penajelasannya dokter Mufied menyarankan agar masyarakat mulai mengurangi atau mengatur ulang jadwal minum kopi guna menghindari gangguan kesehatan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah. Menurutnya kopi memiliki sifat yang diuretik. Kafein dalam kopi merangsang ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak cairan dari tubuh melalui urine.

"Jadi begini, jika kita meminum kopi saat sahur, maka efek diuretiknya akan bekerja di siang hari. Sehingga tubuh akan lebih cepat kehilangan cairan dan memicu dehidrasi lebih awal sebelum waktu berbuka tiba," jelas dr. Mufied.

Gejala dehidrasi ini tambah dokter Mufied, biasanya ditandai dengan mulut kering, lemas, hingga pusing di sore hari. Selain masalah hidrasi, dr. Mufied juga menyoroti dampak kopi terhadap sistem pencernaan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat lambung sensitif.

“ Setahu saya, kopi itu bersifat asam dan dapat merangsang produksi asam lambung, jadi saat perut kosong selama belasan jam, kadar asam yang tinggi dapat menyebabkan nyeri ulu hati atau maag atau gejala GERD,selain itu mengonsumsi kopi saat berbuka puasa dalam keadaan perut benar-benar kosong juga tidak disarankan karena dapat mengiritasi lapisan dinding lambung secara langsung, “ terang dokter Mufied.

Dokter Mufied melanjutkan efek stimulan pada kafein dapat bertahan selama beberapa jam di dalam darah. Jika dikonsumsi saat berbuka atau malam hari, hal ini berisiko mengganggu kualitas tidur.

"Padahal, saat Ramadan, kita butuh tidur yang berkualitas agar bisa bangun sahur dengan kondisi segar. Kalau konsumsi kopi malam hari membuat kita insomnia, otomatis saat sahur kita akan merasa sangat mengantuk dan metabolisme tubuh terganggu," tambahnya.

Dokter Mufied menyarankan bagi mereka yang sulit meninggalkan kebiasaan ini, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Tips tersebut mulai dari mengurangi takaran hingga imbangi dengan konsumsi air putih yang cukup.

“ Artinya begini, jika biasanya minum dua gelas sehari, maka cukup konsumsi setengah gelas saja, waktunya juga diatur misal jangan dikonsumsi waktu sahur, baiknya itu satu sampai dua jam setelah makan besar, termasuk tidak kalah penting yakni imbangi dengan konusmi air putih yang cukup, misal satu cangkir kopi ya imbangi dengan dua gelas air putih, “ Pungkas dokter Mufied.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....