Banyumas Perkuat Kolaborasi menuju Zero Thalasemia

  • 13 Feb 2026 17:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Gerakan zero thalasemia di Kabupaten Banyumas diarahkan bertumpu pada kolaborasi lintas sektor dan penguatan skrining sejak dini. Pendekatan ini dinilai menjadi kunci untuk menekan kemunculan kasus baru, sekaligus memperkuat pendampingan bagi penyandang thalasaemia dan keluarganya.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pelantikan kepengurusan baru Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI) Cabang Banyumas. Organisasi ini menyiapkan langkah terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, hingga komunitas orang tua pasien.

Ketua YTI Banyumas, Nuraeni Tri Haryanti Sadewo, menilai perjuangan penyandang thalasemia tidak bisa dilepaskan dari dukungan lingkungan sekitar. Karena itu, strategi pencegahan harus dibangun bersama, tidak hanya mengandalkan layanan medis.

“Karena itu, peran yayasan tidak hanya sebatas pendampingan, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan penyandang thalasemia dengan berbagai pihak yang peduli,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program prioritas ke depan mencakup perluasan edukasi dan skrining kepada masyarakat serta pelajar. Upaya tersebut dijalankan beriringan dengan penguatan sinergi bersama organisasi mitra seperti Persatuan Orang Tua Penyandang Thalassemia Indonesia (POPTI), dunia pendidikan, dan sektor usaha.

Menurutnya, peningkatan literasi publik soal thalasemia akan berdampak langsung pada pencegahan. Deteksi dini melalui skrining dinilai menjadi pintu awal memutus rantai kasus baru.

“Semakin banyak masyarakat yang paham, semakin besar peluang kita untuk mencegah munculnya kasus-kasus baru. Inilah langkah penting dalam upaya bersama memutus mata rantai thalassaemia,” ucapnya.

Pemerintah daerah juga menegaskan dukungan terhadap gerakan berbasis kolaborasi tersebut. Infrastruktur layanan yang sudah tersedia diminta dimanfaatkan maksimal bersamaan dengan penguatan pencegahan.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyebut daerahnya telah memiliki fasilitas layanan thalasemia yang memadai dan menjadi rujukan. Ia menekankan pentingnya kerja bersama agar target zero thalasemia dapat dicapai bertahap.

“Kita patut bersyukur karena di Kabupaten Banyumas telah memiliki fasilitas pelayanan thalasemia yang sangat baik di RSUD Banyumas. Keberadaan layanan ini menjadi kekuatan penting bagi daerah kita, sekaligus menjadi rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan thalassaemia,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....