Banyumas Perkuat Langkah Menuju Indonesia Bebas AIDS 2030
- 01 Des 2025 22:55 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Tanggal 1 Desember, masyarakat memperingatinya sebagai Hari AIDS Sedunia. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Overcoming disruption, transforming the AIDS response” atau “Mengatasi disrupsi, mentransformasi penanganan AIDS”
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas Suwondo Geni menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS, serta mempromosikan upaya penanganannya.
Secara nasional, menurut Suwondo, peringatan Hari AIDS Sedunia 2025, juga diarahkan untuk memperkuat langkah menuju Indonesia Bebas AIDS 2030 dengan mendorong pencapaian three zero, yaitu tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
“Ini adalah peringatan tahunan internasional untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS Juga untuk mengurangi stigma dan juga diskriminasi terhadap ODHA, serta juga untuk mempromosikan upaya pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS,” ucap Suwondo kepada RRI.
Data KPA Banyumas yang dihimpun dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa jumlah kasus HIV/AIDS di Banyumas masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil pemeriksaan di rumah sakit dan puskesmas, terdapat 242 pasien terinfeksi HIV dan 138 orang sudah mengidap AIDS sejak Januari hingga Oktober 2025.
Kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia produktif, yang dianggap paling rentan terhadap perilaku berisiko. Oleh karena itu, Suwondo mengimbau remaja dan generasi muda untuk berhati-hati serta menjaga pola hidup sehat dan bersih.
“Remaja dan usia produktif memang paling rentan. Hindari pergaulan bebas dan risiko lainnya. Hidup sehat, berolahraga, dan kuatkan iman agar terhindar dari hal negatif,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, tepatnya pada Rabu (3/12/2025), KPA Banyumas akan menggelar acara khusus untuk memperingati Hari AIDS Sedunia 2025. Suwondo menyampaikan, acara tersebut bukan sekadar seremoni karena bakal diisi dengan sejumlah kegiatan positif, termasuk edukasi publik bersama pakar dan pemberian bantuan kepada ODHA.
“Kami akan menghadirkan dr. Muchlis, pakar HIV/AIDS dari RS Kariadi Semarang sebagai narasumber. Kemudian kami akan memberikan bantuan 70 paket nutrisi untuk ODHA yang kurang mampu,” ujar Suwondo.
Tidak hanya itu, KPA Banyumas juga akan memberikan penghargaan bagi perusahaan di bidang hiburan yang dinilai proaktif dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, serta meluncurkan program Pelajar dan Santri Peduli AIDS sebagai langkah membangun duta pencegahan di lingkungan pendidikan.
“Intinya, dengan peringatan HIV/AIDS ini, marilah kita warga Banyumas tetap harus waspada karena virus bisa menyerang siapa saja. Untuk itu, jauhi penyakitnya, bukan orangnya,” kata Suwondo. (FR).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....