Ketua Pusat Inkubator Bisnis Unsoed Jadi Delegasi Indonesia di Forum ASEAN-China
- 21 Agt 2026 16:17 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas— Ketua Pusat Inkubator Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Nur Wijayanti, S.TP., M.P., mendapat kepercayaan dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia untuk menjadi delegasi Indonesia dalam forum internasional ASEAN-China Women Entrepreneurs Exchange di Siem Reap, Kamboja, 18–20 Agustus 2026.
Forum yang mengusung tema “Addressing Challenges and Advancing Leadership in MSME Development” tersebut mempertemukan delegasi dari negara-negara ASEAN dan Tiongkok untuk bertukar pengalaman, pengetahuan, serta praktik baik dalam pengembangan UMKM.
Salah satu perhatian utama forum adalah penguatan peran dan kepemimpinan perempuan dalam dunia usaha.Keikutsertaan Nur Wijayanti menjadi momentum penting untuk memperkenalkan pengalaman Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed dalam mendukung pengembangan UMKM.
Melalui inkubasi bisnis, pendampingan usaha, inovasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.Nur Wijayanti mengaku bersyukur sekaligus bangga mendapat kesempatan mewakili Indonesia dalam forum tersebut.
“Saya sangat senang dan merasa terhormat dapat dipercaya oleh Kementerian UMKM Republik Indonesia untuk menjadi delegasi Indonesia dalam forum ASEAN-China Women Entrepreneurs Exchange ini,” ungkapnya.
Selama mengikuti forum, Nur Wijayanti terlibat dalam berbagai sesi diskusi dan pertukaran pengalaman mengenai tantangan UMKM, strategi pengembangan usaha, penguatan kapasitas perempuan pengusaha, hingga pentingnya keberlanjutan program pemberdayaan.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan yang bersifat sesaat. Program pemberdayaan perlu dirancang secara berkelanjutan agar pelaku UMKM memperoleh dukungan yang lebih komprehensif, mulai dari jejaring bisnis, akses pasar dan pembiayaan, inovasi, teknologi, legalitas usaha, hingga pendampingan lanjutan.
Gagasan tersebut sejalan dengan peran Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed yang mendampingi UMKM melalui berbagai tahapan inkubasi. Pendampingan mencakup peningkatan kapasitas, penguatan model bisnis, legalitas usaha, inovasi produk, pemasaran, pengembangan jejaring, hingga perluasan akses pasar.
“Saya berharap forum ini dapat memberikan manfaat yang besar, baik bagi saya secara pribadi maupun bagi Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed. Pengetahuan dan pengalaman yang saya peroleh dari negara-negara lain diharapkan dapat dibawa pulang dan diaplikasikan di Indonesia, sehingga dapat memperkuat program pendampingan dan inkubasi bagi UMKM,” tambah Nur Wijayanti.
| Baca juga: Unwiku Purwokerto Wisuda Ratusan Mahasiswa |
Ia juga menilai kolaborasi lintas negara menjadi semakin penting di tengah tantangan UMKM yang kian kompleks pada era globalisasi. Pertukaran pengalaman mengenai digitalisasi, inovasi, akses pasar, pengembangan produk, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan perempuan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi pengembangan UMKM di Indonesia.
Nur Wijayanti berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan jejaring internasional antara institusi di Indonesia dengan berbagai pihak dari negara-negara ASEAN dan Tiongkok.
“Saya berharap dari forum ini akan terjalin kolaborasi dengan delegasi dari negara-negara lain. Semoga pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik yang saya dapatkan dapat diaplikasikan di Indonesia untuk turut memajukan UMKM, khususnya UMKM yang dikelola dan dipimpin oleh perempuan,” tuturnya.
Keikutsertaan Nur Wijayanti sebagai delegasi Indonesia sekaligus memperluas jejaring internasional Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan UMKM.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....