Human-Centered AI Dorong Layanan Publik yang Inklusif dan User Oriented
- 08 Jun 2026 14:48 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pelayanan publik terus berkembang seiring dengan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam V-Insight sharing session ke-25 “Human Center AI: Merancang Layanan Publik yang Inklusif dan User Oriented” yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara bekerja sama dengan Binar Academy.
Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses layanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran teknologi diharapkan mampu mengurangi hambatan dalam memperoleh layanan sehingga masyarakat dapat mengakses informasi maupun pelayanan dengan lebih mudah.
Selain aspek kemudahan akses, keamanan data juga menjadi perhatian utama. Penggunaan AI dalam sektor publik harus memperhatikan perlindungan data sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), data pribadi, maupun rekam medis. Karena itu, proses audit dan pengawasan diperlukan sebelum suatu layanan diluncurkan kepada masyarakat.
“Kecerdasan buatan tidak hanya cerdas secara teknologi tetapi bijak secara kemanusiaan,” ujar Dr. Tr. Erna Irawati, S.Sos.,M.Pol.Admn, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN dalam sambutannya.
AI seharusnya berfungsi sebagai pendukung dalam pengambilan keputusan, bukan menggantikan peran manusia sepenuhnya. Kendali, pertimbangan etis, dan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia agar pelayanan publik tetap berjalan secara adil dan bertanggung jawab.
Pendekatan Human-Centered AI diharapkan mampu menghadirkan layanan publik yang lebih responsif, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata bagi kebutuhan manusia. (Dwinanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....