FIB Unsoed Dorong Kompetensi Mahasiswa Lewat Magang

  • 05 Feb 2026 15:23 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Sudirman (FIB Unsoed) terus mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa melalui Program Magang Mandiri Berdampak. Program ini dinilai mampu menjembatani kemampuan akademik mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja nyata.

Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Sudirman, Prof. Dr. Ely Triasih Rahayu, S.S., M.Hum, saat pelepasan mahasiswa peserta Magang Mandiri Berdampak, Kamis (5/2/2026).

Ely Triasih Rahayu menjelaskan bahwa pembelajaran di FIB tidak hanya menekankan penguatan soft skill, tetapi juga hard skill mahasiswa. Keduanya dirancang saling mendukung agar lulusan memiliki kompetensi yang utuh.

“Di Fakultas Ilmu Budaya, pembelajaran kami tidak hanya dari segi soft skill saja, tetapi juga hard skill, sehingga kemampuan teknis mahasiswa bisa mendukung kompetensi komunikasinya,” ujarnya.

Ia mengatakan, FIB Unsoed memiliki dua skema magang, yakni magang mandiri dan magang dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selain itu, magang juga terbagi dalam level nasional dan internasional.

Untuk magang nasional, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris diarahkan mengimplementasikan kemampuan bahasa, sastra, dan budaya dalam dunia kerja. Menurut Ely Triasih Rahayu, mahasiswa FIB memiliki fleksibilitas tinggi terutama di bidang kehumasan dan pelayanan berbasis komunikasi.

“Mahasiswa kami sangat fleksibel, khususnya di bidang kehumasan dan pelayanan, karena etika komunikasi dan penggunaan teknologi sudah diperkenalkan sejak perkuliahan,” katanya.

Program magang di Sastra Inggris dilaksanakan pada semester enam secara penuh. Dengan skema tersebut, mahasiswa diharapkan siap menyusun tugas akhir pada semester berikutnya hingga lulus tepat waktu.

Sementara itu, untuk magang internasional, FIB Unsoed bekerja sama dengan sejumlah mitra di Jepang, khususnya bagi mahasiswa Sastra Jepang dan Pendidikan Bahasa Jepang. Kerja sama ini didorong oleh tingginya kebutuhan tenaga kerja di Jepang.

“Mahasiswa kami bisa langsung mengimplementasikan kemampuan berbahasa Jepang di Jepang, dan persentase yang direkrut kembali oleh perusahaan mitra setelah lulus cukup tinggi,” ucap Ely Triasih menambahkan.

Melalui Program Magang Mandiri Berdampak, FIB Unsoed berharap keterserapan alumni di dunia kerja dapat semakin meningkat. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

“Kami berharap jangkauan program magang berdampak ini semakin luas, sehingga mahasiswa kami bisa berkontribusi tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di daerah lain,” ujarnya. (Sarah Imani Fatihah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....