Mahasiswa UIN Saizu Kembangkan Aplikasi Kajian Al-Qur’an

  • 28 Jan 2026 10:28 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mencatatkan capaian inovatif dalam kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun 2026. Dalam waktu relatif singkat, puluhan aplikasi kajian Al-Qur’an tematik berhasil dikembangkan sebagai bentuk digitalisasi kajian keislaman.

Salah satu mahasiswa Prodi IAT, Sofa Isnaeni Maolidah, mengatakan selama tujuh hari pelaksanaan PPL, sebanyak 21 aplikasi kajian Al-Qur’an tematik berhasil diproduksi. Kegiatan PPL tersebut berlangsung di Yayasan Metode Yassir Indonesia pada 19–25 Januari 2026.

Menurutnya, PPL ini berfokus pada pengolahan kajian Al-Qur’an dan Hadis ke dalam format digital yang lebih praktis serta mudah diakses masyarakat. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses teknis digitalisasi materi keislaman.

Kajian yang sebelumnya bersifat akademik dan tekstual diarahkan agar dapat disajikan dalam bentuk aplikasi tematik yang aplikatif. Setiap mahasiswa diwajibkan menyusun satu aplikasi kajian Al-Qur’an tematik sebagai luaran utama kegiatan PPL. Tema yang diangkat pun beragam dan disesuaikan dengan persoalan aktual yang dihadapi masyarakat.

Program ini dirancang sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap rujukan keagamaan berbasis digital. Dengan pendampingan dari Tim Yayasan Metode Yassir Indonesia, mahasiswa dibekali keterampilan teknis pengembangan aplikasi tanpa meninggalkan ketepatan metodologi penafsiran ayat Al-Qur’an dan Hadis.

Pimpinan Yayasan Metode Yassir Indonesia, Ustadz Irvan Widodo, menuturkan program ini bertujuan menghadirkan kajian Al-Qur’an yang kredibel di tengah maraknya konten keislaman digital yang tidak memiliki dasar keilmuan memadai.

“Program ini saya gagas sebagai respons atas maraknya aplikasi dan situs yang membahas bahkan menafsirkan Al-Qur’an tanpa latar belakang keilmuan yang memadai. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir diharapkan dapat hadir di ruang publik digital dan berkontribusi sesuai kapasitas keilmuannya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....