Kemendikdasmen Paparkan Arah Kebijakan Pendidikan Nasional
- 10 Des 2025 09:19 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI memaparkan arah kebijakan dan program prioritas pendidikan nasional dalam forum akademik di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Jumeri, yang juga menjabat Dirjen PAUD-Dikdasmen periode 2020–2022.
Jumeri mengangkat tema Pendidikan Bermutu untuk Semua di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, tenaga pendidik, dan pemangku kebijakan daerah. Acara dibuka oleh Rektor UIN Saizu, Prof Ridwan, serta dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Sekjen Kemenaker Prof Cris Kuntadi, Chairman Mubarok Institute Fadhil As Mubarok, dan Wakil Presiden Mubarok Institute Prof Sulkhan Chakim.
Jumeri menegaskan komitmen Kemendikdasmen mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pendidikan bermutu adalah hak setiap warga negara dan menjadi fondasi pembangunan nasional.
“Kualitas pendidikan dasar dan menengah menentukan wajah Indonesia di masa depan. Kita tidak boleh gagal menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan dunia,” tegas Jumeri.
Jumeri juga menyampaikan tujuh program prioritas Kemendikdasmen, mulai dari revitalisasi infrastruktur pendidikan dengan anggaran Rp17,15 triliun pada 2025, gerakan penguatan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penerapan pembelajaran mendalam, hingga peningkatan kompetensi guru melalui tunjangan dan beasiswa.
Program lainnya meliputi inovasi kurikulum yang memasukkan literasi digital, koding, dan kecerdasan artifisial sebagai mata pelajaran pilihan mulai 2026, transformasi PPDB berbasis inklusi sosial, serta percepatan digitalisasi melalui penyediaan papan interaktif dan penguatan Rumah Pendidikan.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof Ridwan, menyambut baik paparan tersebut dan menyatakan kesiapan kampus untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan guru, riset pendidikan, inovasi kurikulum, hingga pendampingan sekolah.
Di akhir sesinya, Jumeri menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kerja bersama. “Pemerintah pusat tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dari pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, kampus, dan masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....