SPMB 2026 Banyumas Siap Digelar, Daya Tampung SMP Negeri Capai 15.553 Siswa

  • 03 Jun 2026 13:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menyiapkan daya tampung sebanyak 15.553 peserta didik baru untuk jenjang SMP Negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Kuota tersebut tersebar di 73 SMP Negeri dengan total 486 rombongan belajar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Adi, mengatakan persiapan SPMB 2026 telah dilakukan sejak Februari bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Banyumas dengan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Sejak Februari kami sudah menyusun proses bisnisnya bersama Dinkominfo. Hampir tujuh kali rapat dilakukan untuk mencari celah dan kekurangan pada pelaksanaan tahun 2025. Alhamdulillah aplikasi yang disiapkan sudah selesai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Wahyu.

Menurutnya, salah satu perubahan utama tahun ini adalah pemisahan proses pembuatan akun dan pendaftaran. Sistem tersebut diadopsi dari pelaksanaan penerimaan siswa SMA sehingga calon murid cukup mengunggah berkas saat pembuatan akun dan tidak perlu mengulang proses saat pendaftaran.

Selain itu, jalur domisili kini menggunakan empat tingkat kedekatan berbasis wilayah RW. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengakomodasi calon murid yang tinggal paling dekat dengan sekolah.

“RW yang paling dekat dengan sekolah menjadi prioritas. Kami belajar dari tahun lalu, ada warga yang rumahnya tepat di depan sekolah tetapi tidak bisa diterima karena perbedaan wilayah administrasi. Tahun ini kami coba perbaiki melalui sistem RW,” ujarnya.

Tidak hanya jenjang SMP, Banyumas juga mulai menguji coba SPMB Online untuk SD Negeri di wilayah eks Kota Administratif Purwokerto yang meliputi empat kecamatan.

Wahyu menjelaskan, sistem yang diterapkan pada SD nantinya akan mengacu pada mekanisme yang sama dengan SMP dan diharapkan dapat diterapkan lebih luas di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinkominfo Kabupaten Banyumas, Budi Nugroho, memastikan kesiapan infrastruktur teknologi untuk mendukung pelaksanaan SPMB 2026.

“Kami sudah mengoptimalkan server dan melakukan berbagai pengujian. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan PLN serta penyedia layanan pendukung lainnya agar kendala teknis yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya bisa diminimalkan,” kata Budi.

Ia menambahkan, seluruh fitur dalam aplikasi telah disusun berdasarkan petunjuk teknis dan kebutuhan yang disampaikan Dinas Pendidikan serta sekolah-sekolah.

“Harapan kami, apa yang menjadi kebutuhan dalam proses penerimaan murid baru bisa terakomodasi dengan baik melalui aplikasi yang telah disiapkan,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....