AI Filter, Teknologi Seru Tapi Penuh Resiko
- 20 Nov 2025 15:13 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Banyak pengguna media sosial berbondong-bondong mengunggah wajahnya yang telah diubah menjadi versi kartun lucu dengan berbagai aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan tersebut tampak menyenangkan, namun ke mana sebenarnya data wajah kita pergi setelah diunggah ke AI?
Ketika pengguna mengunggah foto dirinya, maka AI akan menganalisis bentuk wajah, mata, hidung, hingga tekstur kulit, lalu menyesuaikan dengan gaya gambar yang AI telah pelajari dari jutaan data lainnya. Prof Geoffrey Hinton yang biasa dipanggil "godfathers of AI” dalam artikel BBC menyebutkan sebagian besar data yang digunakan untuk melatih AI berasal dari data publik, termasuk unggahan dan komentar pada media sosial. Mengubah wajah kita dengan bantuan AI bukan hanya sekadar hiburan, itu artinya memberikan data biometrik pribadi, sesuatu yang sangat penting seperti password. Beragam resiko yang pengguna hadapi saat mengunggah foto wajahnya ke aplikasi AI seperti kebocoran data, pemalsuan identitas, atau pendataan tanpa izin sehingga data pengguna bisa dianalisis untuk mengenali usia, ras, ekspresi, hingga kebiasaan pengguna. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital tengah merancang regulasi mengenai AI akan dibuat dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) untuk memperkuat tata kelola lintas sektor.
Berikut tips panduan aman untuk pengguna
1. Periksa izin aplikasi sebelum mengunggah foto (akses kamera, galeri, lokasi, dan lainnya).
2. Gunakan foto tidak langsung, misalnya foto dari samping atau wajah hasil edit ringan.
3. Baca kebijakan privasi dengan cermat.
4. Hindari aplikasi tidak populer yang tidak memiliki situs resmi yang jelas.
5. Cabut izin akses jika aplikasi sudah tidak digunakan lagi.
Selain itu, hindari tren yang meminta pengguna mengunggah foto KTP, sidik jari, atau wajah real-time karena itu dapat meningkatkan risiko pencurian identitas digital.Tren AI filter mengajarkan hal penting yaitu kreativitas bisa berpadu dengan teknologi, namun privasi tetap tidak bisa dinegosiasi. Foto kartun mungkin hanya hiburan sesaat, tetapi data biometrik kita adalah identitas seumur hidup. Maka sebelum menekan tombol “unggah”, pastikan kita tahu siapa yang akan melihat wajah kita dan tujuan jelas kita mengunggah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....