Indosat Beri Kesempatan Mahasiswa Unsoed Jadi Ahli AI
- 18 Nov 2025 14:09 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Indosat Ooredoo Hutchison bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), menggelar program seleksi IDCamp 2025 bagi ribuan mahasiswa. Program beasiswa pelatihan digital berskala nasional ini kini memasuki tahap seleksi peserta.
Pada Selasa ( 18/11/2025) bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, mahasiswa Unsoed mengikuti pembekalan dalam seleksi IDCamp 2025. VP Head of Sales South Central Java Tri, Refi Hendriana, mewakili EVP Head of Circle Java Indosat, Fahd Yudhanegoro, mengatakan bahwa IDCamp dirancang untuk mencetak talenta digital Indonesia yang siap bersaing di era transformasi teknologi.
Refi menyebut bahwa pada 2025 program ini berfokus pada penguatan kompetensi Artificial Intelligence ( AI) dengan dua kategori utama, yakni AI Development dan AI Integration, yang terbagi dalam delapan alur belajar. Di dalamnya termasuk dua alur baru, yaitu AI Engineer dan Generative AI Engineer.
“Kita ingin semakin banyak talenta-talenta baru di bidang digital yang bisa berhasil dan berkembang. Dengan hadir di berbagai kampus, termasuk di Semarang dan Purwokerto, kami berharap IDCamp dapat memunculkan generasi ahli digital, khususnya di bidang inovasi AI yang saat ini berkembang pesat,” ujar Refi dalam keterangan pers sesuai membuka acara pembelakan seleski di Unsoed.
Selain pelatihan online, peserta juga mendapat bimbingan secara offline melalui mitra seperti Dicoding, yang akan mendampingi mahasiswa dalam memperdalam kompetensi teknis selama enam bulan. Dengan biaya semuanya ditangung oleh Indosat.
Refi menjelaskan bahwa IDCamp di Unsoed ini memiliki dua jalur utama. Pertama, jalur AI Engineer yang berfokus pada pembuatan model kecerdasan buatan. Kedua, jalur AI Enabler, yaitu pelatihan untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam berbagai aplikasi.
Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, menyampaikan bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di era digital. Termasuk juga membantu pihaknya, yang belum bisa memberikan pengetahuan dan pembekalan yang mendalam.
“Dengan adanya IDCamp, ini menjadi sesuatu yang sangat strategis untuk menyiapkan adik-adik kita, terutama yang memiliki talenta di bidang digital. Pelatihan ini menjembatani kebutuhan praktis seperti coding yang barangkali belum banyak dipelajari secara mendalam di kampus,” ujarnya.
Rektor berharap antarpeserta maupun alumni program dapat saling berkomunikasi dan membangun jejaring, sehingga peningkatan kompetensi tidak hanya terjadi di lingkungan kampus tetapi juga melalui pengalaman belajar eksperimental.
Kurikulum IDCamp dikembangkan oleh Dicoding sebagai Google Authorized Training Partner, menggunakan materi berbasis use case industri agar keterampilan peserta dapat langsung diterapkan dalam dunia kerja.
Di Jawa Tengah, jumlah pendaftar IDCamp hingga hari ini mencapai 10.426 orang atau 11,2 persen dari total pendaftar nasional. Secara nasional, IDCamp telah mencatatkan 93.000 peserta dan menargetkan 110.000 pendaftar hingga akhir periode.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....