Bijak Digital tanpa Judi Online: Memilih Hiburan Sehat di Era Algoritma
- 19 Mei 2026 11:29 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Di era digital saat ini, teknologi memberikan banyak sekali manfaat untuk kita semua. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat banyak pula tantangan yang perlu kita waspadai, salah satunya adalah maraknya judi online yang semakin mudah diakses oleh seluruh kalangan.
Menjawab persoalan tersebut, Direktorat Jenderal (Ditjen) Komunikasi Publik dan Media kembali hadir bekerja sama dengan Komisi I DPR RI menggelar acara Webinar Literasi Digital dengan tema ”Bijak Digital tanpa Judi Online” melalui zoom meeting.
Hal ini dilakukan sebagai upaya menambah wawasan, meningkatkan kesadaran, serta membangun sikap bijak dalam menggunakan teknologi digital agar terhindar dari dampak judi online.
Webinar Literasi Digital kali ini menghadirkan pembicara Anggota Komisi I DPR RI - Andina Theresia Narang, B.Comm, Rektor Universitas Sains Indonesia - Dr. Ir. Endah Murtiana Sari, S.T., M.M dan Pegiat Media Sosial - Budhi Haryadi, A.Md.Kom., S.M., M.I.Kom yang masing-masing membawakan materi yang berbeda.
Di awal, Dr. Ir. Endah Murtianasari, ST., M.M. menyoroti pembahasan data statistik terkait judi online di Indonesia dan dampaknya terhadap ekonomi keluarga serta kesehatan mental. Ia menekankan bahwa judi online adalah ”perangkap” yang sistematis.
”Judi online perlu dicegah dengan membangun kebiasaan positif. Mari mengalihkan yang tadinya judi online menjadi sebuah kreativitas dan produktivitas yang baik sehingga tumbuhlah jiwa-jiwa enterpreneurship,” jelasnya.
Kemudian Andina Narang, B.Comm. selaku Anggota Komisi I DPR RI menjelaskan bahwa transformasi digital membawa manfaat berupa kemudahan akses informasi. Namun, hal ini perlu diimbangi dengan komitmen bersama untuk melindungi generasi muda dari ancaman judi online.
”Melalui forum ini, saya ingin kita dapat memperkuat komitmen bersama untuk memerangi judi online serta mendorong terciptanya masyarakat yang lebih bijak, cerdas, bertanggung jawab, dan juga tangguh dalam bermedia digital,” ungkapnya.
Sebagai pegiat media sosial, Budi Haryadi., S.M., M.I.Kom. membahas analisis mengenai judi online sebagai ”industri manipulasi” yang menggunakan algoritma untuk menjebak pengguna. Ia juga menekankan pentingnya strategi komunikasi publik yang edukatif dan persuasif. Menurutnya, dengan diadakannya webinar literasi ini menjadi cahaya terakhir manusia di tengah badai algoritma.
”Literasi adalah cahaya terakhir yang menjaga manusia di tengah badai algoritma,” tuturnya.
Dengan demikian, manfaat teknologi yang semakin pesat selalu diiringi dengan tantangan yang harus dihadapi bersama, salah satunya adalah memerangi judi online. Oleh karena itu, kesadaran digital perlu dibangun sejak dini agar masyarakat mampu menggunakan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab. Dengan literasi digital yang kuat, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak memanfaatkan ruang digital tanpa terjerusmus dalam praktik judi online. (Helmalia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....