Pertahanan Semesta di Era Digital, Masyarakat Jadi Garda Terdepan
- 13 Mei 2026 07:30 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Konsep pertahanan negara terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi. Di era digital saat ini, ancaman tidak lagi hanya datang melalui darat, laut, atau udara, tetapi juga melalui ruang siber dan arus informasi yang dapat memengaruhi keamanan nasional.
Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah,S.I.P dalam Forum Diskusi Publik bertema “Pertahanan Semesta di Era Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Komisi I DPR RI menegaskan bahwa dalam konteks saat ini, masyarakat tidak lagi hanya menjadi objek pertahanan, tetapi juga subjek utama dalam menjaga negara dari ancaman digital.
“Setiap individu kini adalah garda terdepan dalam menghadapi ancaman digital, baik dalam berpikir kritis, literasi digital, dan sikap bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.
Ancaman digital sering kali tidak terlihat namun berdampak nyata. Serangan siber dapat melumpuhkan layanan publik, sementara kebocoran data pribadi dapat mengancam keamanan nasional dan merugikan masyarakat luas.
Karena itu, ia menilai tidak ada satu institusi pun yang mampu menghadapi ancaman tersebut sendirian. Diperlukan kolaborasi erat antara TNI, pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat sipil agar sistem pertahanan digital semakin kuat.
Pentingnya literasi digital sebagai bagian dari pertahanan semesta. Masyarakat diminta lebih cermat dalam menerima informasi dan membiasakan prinsip “saring sebelum sharing” guna menekan penyebaran hoaks maupun disinformasi.
Masyarakat diajak memahami bahwa menjaga kedaulatan negara di era digital bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Dengan kesadaran kolektif, Indonesia dinilai akan lebih siap menghadapi tantangan zaman. (Dwinanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....